Erupsi Gunung Semeru Tak Berdampak ke Malang

Ramizard Rafsanjani • Dipublikasikan Senin, 28 September 2026 | 09:42 WIB
ERUSPSI: Rekaman gunung Semeru yang mengalami erupsi pada Minggu (27/9) pagi.
ERUSPSI: Rekaman gunung Semeru yang mengalami erupsi pada Minggu (27/9) pagi.

KABUPATEN, RADAR MALANG – Gunung Semeru mengalami empat kali erupsi pada Minggu (27/9) pagi. Tinggi kolom letusan mencapai 1.300 meter di atas puncak. Meski aktivitas vulkanik kembali meningkat, wilayah Kabu paten Malang belum terdampak signifikan karena arah sebaran abu cenderung menuju timur laut.

Berdasarkan laporan Pos Pengamatan Gunung Semeru, erupsi terjadi dalam rentang pukul 00.21 hingga 06.22 WIB. Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang. Sebarannya bergerak ke arah timur laut.

Baca Juga: Gunung Semeru Kembali Erupsi, Kolom Abu Capai 700 Meter dan Status Tetap Siaga

Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru Liswanto mengatakan, aktivitas tersebut belum menjadi dasar perubahan status gunung. Semeru masih berada pada Level III atau Siaga.

“Kalau aktivitas kegempaannya masih normal. Jadi, meskipun tadi ada letusan yang cukup tinggi, statusnya tetap Level III, Siaga,” ujarnya.

Arah angin menjadi salah satu faktor yang memengaruhi sebaran abu vulkanik. Pada Minggu pagi, angin di sekitar Semeru lebih dominan bergerak ke utara hingga timur laut. Kondisi tersebut membuat material abu lebih berpotensi terbawa ke wilayah di sisi timur gunung.

Sementara itu, kondisi masyarakat di sejumlah wilayah Kabupaten Malang, seperti Ampelgading, Tirtoyudo, dan Dampit, masih berlangsung normal.

Baca Juga: Kebakaran Hutan di Blok Ranu Kembang, Pendakian Gunung Semeru Ditutup Total

 “Kalau untuk hari ini, anginnya lebih banyak ke utara sampai timur laut. Jadi, kalau ada abu, kemungkinan terbawa ke arah timur. Di Malang sendiri masih aman,” kata Liswanto.

Meski belum terdampak, masyarakat diminta tetap mewaspadai perubahan arah angin yang berpotensi membawa abu vulkanik ke wilayah Kabupaten Malang. Warga yang beraktivitas di luar ruangan, terutama berkendara atau berkebun, diimbau menggunakan masker untuk mengurangi paparan abu.

Liswanto menambahkan, hingga Minggu belum ada laporan guguran lava maupun lahar yang berdampak ke wilayah Kabupaten Malang. Aktivitas jalan dan kegiatan masyarakat juga masih berjalan seperti biasa.

“Kalau berkendara atau berkebun dan ada abu, sebaiknya menggunakan masker. Yang perlu diperhatikan terutama paparan abunya,” tandasnya. (ram/adn)

Editor : Aditya Novrian
Sumber : Radar Malang
Tak Berdampak Lahar Erupsi Gunung Semeru abu vulkanik