Pemkab Malang Siapkan Angkutan Wisata Penyambut Trans Jatim, Begini Penjelasannya

Biyan Mudzaky Hanindito • Dipublikasikan Kamis, 1 Oktober 2026 | 18:24 WIB
PERSIAPAN AKHIR KORIDOR II: Salah satu armada Bus Trans Jatim berhenti di shelter Stasiun Malang, beberapa waktu lalu. (Nabila Amelia/Radar Malang)
PERSIAPAN AKHIR KORIDOR II: Salah satu armada Bus Trans Jatim berhenti di shelter Stasiun Malang, beberapa waktu lalu. (Nabila Amelia/Radar Malang)

 

KEPANJEN – Bus Trans Jatim Koridor II Malang raya akan segera beroperasi. Rutenya meliputi Malang-Gondanglegi-Kepanjen. Untuk area Bumi Kanjuruhan, pemkab berusaha mengintegrasikan dengan angkutan wisata.

Dari banyak informasi, bus Trans Jatim koridor II akan beroperasi pada rute Terminal Arjosari (Kota Malang)-Gondanglegi-Talangagung, Kepanjen. Rencananya, bus ukuran sedang dengan nama ‘Kanjuruhan’ itu beroperasi bulan ini.

Bupati Malang HM Sanusi mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi Pemprov Jatim. “Rencana mulai beroperasi sekitar 29 Oktober depan,” terang dia.

Ia menyebut, layanan koridor II akan terintegrasi dengan koridor I dengan rute Malang (Hamid Rusdi)-Landungsari-Kota Batu. Contohnya, layanan tidak perlu beli tiket walau berpindah koridor dalam waktu dua jam. Tarifnya lima ribu rupiah untuk dewasa, sedangkan santri dan pelajar hanya dibanderol Rp 2,5 ribu.

Dalam koordinasi tersebut, dibahas juga langkah antisipasi gejolak antara pengemudi angkutan umum dengan pemerintah akibat operasional bus tersebut. Solusi dari itu adalah rekrutmen pegawai dari tataran sopir angkutan umum.

“Pihak Bus Trans Jatim mengakomodasi driver angkutan lokal yang terdampak, lalu untuk tenaga cuci dan servis (mekanik) bus ambil lokal Kabupaten Malang,” imbuh orang nomor satu di Kabupaten Malang itu.

Politisi PDI Perjuangan itu menambahkan, Bus Trans Jatim juga akan mengembangkan angkutan wisata ke Malang Selatan. Dalam hal ini, masuk ke pantai-pantai seperti Ngliyep (Donomulyo), Balekambang (Bantur), dan Sendang Biru (Sumbermanjing Wetan).

Angkutan wisata itu, lanjutnya, disediakan oleh Dishub Jatim, bukan dari Pemkab Malang. “Jadi itu setelah koridor II beroperasi. Nanti pemberangkatan dari Talangagung, juga dari Gondanglegi,” kata dia.

Pihaknya menyebut, angkutan wisata akan berupa bus. Bukan memanfaatkan armada angkutan pedesaan (angkudes) lama. Untuk skema tarif dan layanan integrasi masih dirumuskan di tataran Dishub Jatim. “Angkutan ke Malang Selatan hanya untuk wisata,” tandas pria asal Gondanglegi tersebut. (biy/dan)

Editor : Mahmudan
trans jatim koridor malang Operasional trans jatim bus Trans Jatim