DAMPIT, RADAR MALANG – Rencana pembangunan Sekolah Nasional (SN) terintegrasi mulai diseriusi. Jika tak ada aral, pembangunan dimulai bulan depan, Oktober 2026. Biaya pembangunan yang diperkirakan menghabiskan Rp 300 miliar tersebut akan ditanggung APBN.
Lokasinya di Kelurahan Dampit, Kecamatan Dampit. Pemkab Malang sudah menyiapkan lahan seluas 18 hektare. Penyediaan lahan menjadi salah satu syarat kabupaten/kota ditempati SN Terintegrasi.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Malang Tomie Herawanto mengatakan, seluruh persyaratan dari Pemkab Malang telah dipenuhi. Mulai bukti kepemilikan lahan, pemanfaatan ruang, hingga dukungan pendirian dari DPRD Kabupaten Malang.
“Kami sudah semua, seperti perizinan dan lainnya (administrasi). Tinggal menunggu proses.
Nanti pasti secara paralel (bertahab) karena pembiayaan pembangunan dari pusat,” kata Tomie beberapa waktu lalu.
Baca Juga: SMP Negeri 2 Dampit Gencarkan Aksi Hijau menuju Sekolah Adiwiyata Nasional
Lahan tersebut merupakan aset Pemkab Malang yang kemudian dihibahkan kepada pemerintah pusat. Lokasi dipilih karena luasnya sesuai kebutuhan dan berada di luar kawasan lingkar kota.
SNT dirancang untuk jenjang SD hingga SMA tanpa sistem asrama. Fasilitasnya mencakup laboratorium, lapangan sepak bola, serta sarana penunjang sains dan kebugaran.
Fasilitas tersebut nanti juga dapat dimanfaatkan sekolah lain melalui kerja sama. Konsep ini sekaligus menjadikan SNT sebagai role model pengembangan fasilitas pendidikan di Kabupaten Malang. “Sekolah yang lain itu silakan menggunakan fasilitas di situ (SNT). Misalnya ada lapangan, silakan sekolah lain menggunakan,” terang pejabat senior Pemkab Malang itu.
Tomie menyebut sejauh ini tidak ada penolakan dari sekolah maupun warga sekitar. Sebab, fasilitas SNT nantinya tidak hanya diperuntukkan bagi siswa di sekolah tersebut.
Dia mengungkap, Kabupaten Malang menjadi kabupaten/kota pertama di Jawa Timur yang mengu sulkan lahan untuk program SNT. Konsep penerimaan siswanya juga berbeda dengan Sekolah Rakyat (SR). SR menyasar keluarga tidak mampu tanpa tes, sedangkan SNT menerapkan seleksi melalui tes. (ram/dan)
Editor : Aditya NovrianSumber : Radar Malang