GONDANGLEGI, RADAR MALANG - Di balik label kawasan wisata berbasis irigasi, Embung Bureng justru memperlihatkan wajah yang memprihatinkan. Airnya mulai dangkal, gulma air menghampar, sementara papan nama kawasan wisata ikut mengelupas dimakan waktu.
Ironisnya, Dinas Pekerjaan Umum dan Sumber Daya Air (PUSDA) Kabupaten Malang mengaku belum memiliki rencana untuk melakukan perbaikan embung di Desa Bulupitu, Kecamatan Gondanglegi tersebut.
Baca Juga: Awas Jangan Berenang, Embung Babadan Malang Pernah Memakan Korban
“Itu jadi kawasan wisata karena ada dana CSR (Corporate Social Responsibility) dari UMM (Universitas Muhammadiyah Malang), namun saya lupa itu tahun berapa,” ujar Sekretaris Dinas PUSDA Kabupaten Malang Wendy Hermawan beberapa waktu lalu.
Pantauan di lokasi juga tidak ada kantor pengelola. Juga tidak ada fasilitas untuk melindungi pengunjung dari guyuran hujan atau sengatan panas mentari. Pengunjung biasanya berlindung dari panas di bawah pepohonan atau mereka membawa payung sendiri.
“Ya, memang yang datang ke sana lebih banyak pemancing,” katanya.
Baca Juga: Embung Sumberpucung Bakal Jadi Ruang Bermain Anak
Selain itu, kondisi perairan di embung tersebut juga kurang baik. Di tengah embung ada hamparan tanaman kangkung dan enceng gondok. Air di waduk mini itu juga terlihat dangkal dan memerlukan pengerukan. Hingga kini pihaknya belum berencana melakukan perbaikan maupun pengerukan. “Belum ada rencana untuk ke sana,” ujar Wendy. (biy/dan)
Editor : Aditya NovrianSumber : Radar Malang