Beginilah Batik Motif Baru Khas Kota Malang, Libatkan Ratusan Model

Nabila Amelia • Dipublikasikan Senin, 5 Oktober 2026 | 15:16 WIB

 Model memperagakan busana hasil karya perajin Kota Malang (Foto Darmono/Radar Malang)

Model memperagakan busana hasil karya perajin Kota Malang (Foto Darmono/Radar Malang)

 

MALANG KOTA – Ratusan model memperagakan batik di Alun-Alun Merdeka, kemarin (4/10). Festival Batik digelar dengan melibatkan puluhan perajin batik di Kota Malang.

Festival dimulai sejak pukul 08.30 sampai siang. Agenda utama dalam Festival Batik 2026 adalah peluncuran motif batik baru khas Kota Malang yang disebut Sekar Jagad Panca Warna.

Ketua Asosiasi Perajin Batik Kota Malang (APBKM) Ki Demang Isa Wahyudi mengatakan, motif batik Sekar Jagad Panca Warna dibuat untuk mempertemukan kreativitas para perajin batik di Kota Malang.

"Kami melibatkan 90 perajin batik. Lalu tiga sentra batik yakni Sentra Batik Bunul, Sentra Batik Sawojajar, dan Sentra Batik Sukun," katanya.

Ki Demang melanjutkan, proses pembuatan motif batik Sekar Jagad Panca Warna membutuhkan waktu sekitar tiga bulan. Sebelumnya, ada proses diskusi bersama akademisi. Tujuannya untuk menyusun kajian terkait Sekar Jagad Panca Warna.

Terkait motif batik Sekar Jagad Panca Warna, Ki Demang menyebut digambarkan dengan warna dan karakter yang berbeda-beda. Namun penggambaran mengolaborasikan kelima kecamatan di Kota Malang.

Kecamatan Klojen digambarkan dengan warna biru, Blimbing warna hijau, Kedungkandang dengan warna merah, Sukun identik dengan warna hitam, dan Lowokwaru warna kuning.

Setelah jadi, motif batik Sekar Jagad Panca Warna dipamerkan di Alun-Alun Merdeka. Ada pula peragaan busana 25 komunitas, 35 model dari Universitas Merdeka (Unmer), dan 25 model lain yang turut memperagakan batik.

Batik yang diperagakan bermacam-macam. Ada yang disusun menjadi kemeja, outer, hingga gaun.

"Ke depan, kami akan memunculkan motif-motif lain. Kami juga berharap batik semakin mendunia," tegas Ki Demang.

Selain pameran batik, ada beberapa penampilan dalam festival kali ini. Mulai Tari Srimpi Limo Sekar Jagad, nyanyian jingle Sekar Jagad Panca Warna yang dibawakan Miben Voice, workshop, main roblox, hingga pameran UMKM.

Sementara itu, Wali Kota Malang Wahyu Hidayat mengapresiasi Festival Batik 2026. Terlebih lagi motif yang dibuat menggambarkan lima kecamatan.

"Tentunya ini membanggakan, karena batik merupakan salah satu warisan budaya yang diakui UNESCO sejak 2 Oktober 2009," tutur Wahyu.

Setelah diakui UNESCO, lanjut Wahyu, sudah menjadi tanggung jawab masyarakat untuk terus melestarikan batik. Kota Malang, menurutnya, sudah melahirkan beberapa motif batik. Selain Sekar Jagad Panca Warna, ada motif batik yang membentuk tugu hingga biji kopi. (mel/dan)

Editor : Mahmudan
batik khas malang fashion show malang alun-alun merdeka malang