MALANG KOTA – Kedungkandang bakal mempunyai Sekolah Rakyat (SR) permanen. Hal itu diketahui berdasar rapat koordinasi Pemkot Malang bersama ditjen Bina Pembangunan Daerah Kemendagri, 29 September lalu.
Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Malang Diah Ayu Kusumadewi mengatakan, rapat koordinasi digelar untuk mengecek kelengkapan readiness criteria SR permanen.
"Jadi, nanti pembangunan SR permanen di Kota Malang masuk tahap 3," kata Diah, kemarin (4/10).
Diah melanjutkan, SR permanen di Kota Malang direncanakan dibangun di Kelurahan Arjowinangun, Kecamatan Kedungkandang. Tepatnya di aset milik Kota Malang yang luasnya mencapai 5,4 hektare.
Namun di aset yang sama sebenarnya sudah digunakan untuk HIPPAM (Himpunan Penduduk Pemakai Air Minum) dan Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP). Jika ditotal, keduanya menghabiskan area sebesar 1,9 hektare.
"Denga demikian, yang bisa digunakan untuk SR hanya 5,2 hektare," sambung pejabat eselon II B Pemkot Malang itu.
Dengan ukuran luas yang lebih kecil, lanjutnya, ada upaya teknis sehingga SR permanen bisa dibangun. "Mungkin menambah jumlah lantai untuk SR permanen," ucap perempuan yang pernah menjabat sebagai pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Kota Malang tersebut.
Agar aset yang ada bisa diajukan, pemkot sudah menyerahkan beberapa kelengkapan. Seperti sertifikat, pernyataan, Andalalin, hingga dokumen lingkungan. "Dalam rapat koordinasi beberapa hari lalu ditayangkan bahwa usulan aset Kota Malang masih berproses di Kementerian ATR/BPN," sebut Diah.
Selanjutnya, pihaknya tinggal menunggu persetujuan terkait pembangunan SR permanen di Kota Malang. Kendati belum ada SR permanen, tapi pembelajaran tetap berlangsung seperti biasa. Ada dua jenjang SR di Kota Malang. Yakni jenjang SMP yang sekarang menempati area bekas gedung Poltekkom Malang. Lalu jenjang SMA yang sekarang menempati aset milik BPSDM Provinsi Jatim. (mel/dan)
Editor : Mahmudan