KALIPARE, RADAR MALANG – Kebakaran melanda kandang ayam milik Sukarman, 57, di Dusun Sidodadi, Desa Arjosari, Kecamatan Kalipare, Kabupaten Malang, Kamis (8/10) malam hingga Jumat (9/10) dini hari. Peristiwa tersebut diduga dipicu korsleting listrik. Kerugian material akibat kebakaran itu ditaksir mencapai Rp 200 juta.
Kebakaran bermula saat Sukarman sedang tidur di rumahnya. Dia terbangun setelah mendengar suara ledakan dari arah kandang ayam yang berada di sekitar tempat tinggalnya. Merasa ada sesuatu yang tidak beres, Sukarman kemudian memeriksa sumber suara tersebut.
Baca Juga: Diduga Korsleting Listrik, Bengkel di Pagelaran Terbakar
Saat tiba di lokasi, dia mendapati api sudah membakar kandang ayam berukuran sekitar 21 x 4 meter itu.
Menyadari api berpotensi semakin membesar, Sukarman segera menghubungi petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Malang untuk meminta bantuan.
Laporan tersebut ditindaklanjuti dengan pengerahan personel dan kendaraan pemadam ke lokasi kejadian. Petugas berangkat pada Kamis (8/10) pukul 23.50 dan tiba di lokasi sekitar pukul 00.20, Jumat (9/10). Proses pemadaman berlangsung hingga api berhasil dikendalikan sekitar pukul 01.15.
Baca Juga: Dugaan Korsleting Listrik Jadi Penyebab Sementara Kebakaran RSSA Malang
Danton Damkar Kabupaten Malang Andik Minarkao mengatakan, penanganan kebakaran melibatkan 11 personel dari Regu 2. Petugas juga mengerahkan empat unit kendaraan, yakni U4, U8, U7, dan U10, untuk mendukung proses pemadaman.
“Berdasarkan laporan penanganan, kebakaran diduga dipicu korsleting listrik. Sementara itu, kerugian material ditaksir mencapai Rp 200 juta,” ujar Andik.
Dugaan korsleting listrik tersebut masih menjadi indikasi awal penyebab kebakaran berdasarkan laporan penanganan petugas. Sementara itu, nilai kerugian yang mencapai Rp200 juta belum disertai perincian komponen kerusakan.
Laporan awal Damkar juga belum menjelaskan secara terperinci jumlah ayam yang terdampak maupun tingkat kerusakan bangunan kandang. Karena itu, besarnya dampak kebakaran terhadap bangunan, ternak, dan perlengkapan kandang belum dapat dipastikan dari informasi awal yang tersedia. (nj1/adn)
Editor : Aditya NovrianSumber : Radar Malang