Canmore dan Jimly School Kolaborasi Cetak SDM Profesional

Tri Anggara Medhi Sampurno • Dipublikasikan Rabu, 14 Oktober 2026 | 18:16 WIB

PARA TOKOH: Pimpinan Canmore, JSLG dan sejumlah tokoh penting menekan tombol dalam penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) di Kantor Canmore School, Jalan Dr Cipto, Kota Malang, hari ini (14/10)

PARA TOKOH: Pimpinan Canmore, JSLG dan sejumlah tokoh penting menekan tombol dalam penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) di Kantor Canmore School, Jalan Dr Cipto, Kota Malang, hari ini (14/10)

 

MALANG KOTA - Canmore School Indonesia berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM). Termasuk di bidang hukum, perpajakan, akuntansi, serta kepabeanan dan cukai. Untuk mewujudkan komitmen tersebut, Canmore menggandeng Jimly School of Law and Government (JSLG). Hal itu terungkap dalam penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) di kantor Canmore School Indonesia, Jalan Dr Cipto kemarin (14/10).

Direktur Canmore School Indonesia I Gede Arianta mengatakan, kerja sama diharapkan menjadi langkah awal membangun kolaborasi jangka panjang sekaligus memperluas sinergi dengan pemerintah daerah (pemda) di Malang Raya. Kolaborasi diharapkan menjadi bagian dari upaya membangun lembaga pelatihan yang dipercaya oleh berbagai pemangku kepentingan di daerah.

“Saya bangga karena Jimly School bersedia bekerja sama dengan Canmore,” terang Arianta.

”Ini untuk mewujudkan SDM berkualitas, baik untuk pemerintahan maupun swasta,” tambahnya.

KOLABORASI: Wakil Wali Kota Malang Ali Muthohirin menyampaikan sambutan.
KOLABORASI: Wakil Wali Kota Malang Ali Muthohirin menyampaikan sambutan.

 

Sementara itu, Penanggung Jawab Operasional Canmore Anjar Nawan Yusky mengatakan, lembaga tersebut dibangun untuk mencetak tenaga profesional melalui pendidikan dan pelatihan yang terarah.

”Karena itu, kami menggandeng Jimly School of Law and Government yang memiliki lisensi untuk mendukung penyelenggaraan pelatihan atau kursus bersertifikasi, khususnya di bidang hukum bisnis dan pengembangan kompetensi profesional,” katanya.

Di lain pihak, Direktur Jimly School of Law and Government (JSLG) M. Muslih berharap kerja sama tersebut memberikan manfaat timbal balik. Tidak hanya bagi kedua lembaga, tetapi juga bagi pemerintah dan masyarakat.

Menurut Muslih, peningkatan profesionalisme dan kompetensi menjadi kebutuhan penting di tengah perkembangan dunia kerja. ”Sertifikasi juga semakin diperlukan sebagai salah satu standar untuk menunjukkan kompetensi seseorang dalam bidang tertentu,” ungkapnya.

Ia menilai pengembangan SDM tidak seharusnya hanya berkutat pada dinamika politik. Tetapi juga perlu memberi perhatian pada profesionalisme dan peningkatan kapasitas di berbagai sektor.

Dalam momentum tersebut, Wakil Wali (Wawali) Kota Malang Ali Muthohirin berharap kehadiran Canmore tidak sekadar memberikan kontribusi pemikiran, tetapi juga mendukung pemda melalui kajian akademik dan evaluasi kebijakan.

Menurut dia, kebijakan publik harus memiliki landasan kajian yang memadai, termasuk dalam mengevaluasi prosedur administrasi dan produk hukum yang berlaku.

“Ilmu harus amaliyah. Amal harus ilmiah,” ujarnya.

Senada dengan Ali, Wawali Kota Batu Heli Suyanto menyoroti pentingnya pemahaman hukum administrasi dalam penyelenggaraan pemerintahan. Ia menilai aspek administrasi perlu mendapat perhatian untuk meminimalkan kesalahan dalam pelaksanaan kebijakan.

Heli juga menekankan pentingnya naskah akademik sebagai dasar penyusunan kebijakan dan produk hukum.

”Pengembangan pendidikan dan pelatihan di bidang hukum dapat menjadi salah satu upaya meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap persoalan tersebut,” terangnya.(nj1/dan)

Editor : Mahmudan
Jimly School Canmore School Indonesia Jimly School of Law and Government