SINGOSARI — Keluhan warga mengenai ditutupnya saluran irigasi sekunder Sumberawan 1 mendapat tanggapan dari PT Indiratex Spindo. Perusahaan tekstil tersebut menyatakan telah membangun saluran sudetan yang terhubung dengan Sungai Ardimulyo.
Selain berfungsi mengalirkan air ke persawahan, sudetan tersebut dimaksudkan untuk mengantisipasi banjir. Direktur PT Indiratex Spindo, Lusi Herawati, mengatakan bahwa pembangunan sudetan merupakan hasil kesepakatan pada 12 Januari 2018. Kesepakatan itu melibatkan perusahaan, pemerintah desa, badan perwakilan desa atau BPD, warga, kecamatan, serta unsur Muspika.
Dalam pertemuan tersebut, fungsi saluran irigasi sekunder Sumberawan 1 disepakati tetap dipertahankan, sedangkan bagian atasnya dimanfaatkan untuk menunjang aktivitas perusahaan.
Lusi menjelaskan bahwa pembangunan sudetan dilakukan dengan mengalirkan air dari sebelah timur lapangan ke arah selatan hingga Sungai Ardimulyo. Setelah itu, aliran sungai digunakan untuk menjadi pagar pabrik.
Menurut Lusi, keberadaan sudetan berkaitan dengan pengaturan aliran air di kawasan sekitar perusahaan. Ia mengklaim saluran pengganti tersebut dapat menjangkau area persawahan dan tidak menjadikan lahan pertanian sebagai lahan tadah hujan.
Ia juga menyatakan bahwa saluran baru tersebut lebih berguna daripada irigasi aslinya. Di sisi lain, polemik saluran irigasi sekunder Sumberawan 1 masih berlangsung. Persoalan ini berkaitan dengan dugaan manipulasi data dan pemanfaatan area saluran yang kini dipersoalkan warga.
Lusi membantah tudingan bahwa kesepakatan pada 2018 dibuat tanpa melibatkan pihak-pihak terkait. Ia menyebut Samsul tercatat dalam daftar hadir musyawarah dan memiliki dokumentasi kegiatan sebagai bukti kehadiran.
Lusi mengatakan berita acara tersebut diperoleh dari Pemerintah Desa Randuagung, Kecamatan Singosari. Terkait pengairan sawah, perusahaan menyebut perbedaan elevasi menjadi salah satu faktor yang membuat air dari saluran di belakang perusahaan tidak dapat masuk ke sejumlah lahan pertanian. Ketinggian sawah disebut hampir dua meter di atas posisi aliran air.
Editor : Aditya N. RianSumber : Radar Malang