Tiga Pekan Terdapat 48 Pelaku Usaha Baru
MALANG KOTA - Bisnis restoran dan kafe di Kota Malang terus tumbuh. Selama tiga pekan awal 2024, terdapat 48 pelaku usaha yang membuka bisnisnya di Bumi Arema. Data tersebut terungkap dari penelusuran yang dilakukan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Malang.
Dari puluhan pelaku usaha, sebagian dari mereka telah terdaftar menjadi wajib pajak (WP). Kepala Subbidang Pajak Daerah II Bidang Pajak Daerah Bapenda Kota Malang Ramdhani Adhy Perdana mengatakan, dari 48 pelaku usaha, sebanyak 22 pelaku usaha telah menjadi WP.
”Sementara 26 pelaku bisnis lain masih dalam melakukan pendaftaran dan sedang kami verifikasi,” jelas dia kepada Jawa Pos Radar Malang kemarin.
Dengan tambahan tersebut, total sudah ada 2.903 pelaku usaha yang sudah menjadi WP restoran dan kafe. Ramdhani menyebut tumbuhnya pelaku usaha restoran dan bisnis selama tiga pekan terakhir jadi keuntungan. Terutama dalam menggenjot pendapatan asli daerah (PAD) sektor pajak.
Tahun ini pihaknya menarget setoran pajak dari restoran dan kafe bisa tembus Rp 155 miliar. Target tersebut naik drastis jika dibanding 2023 lalu. Pada tahun lalu, pihaknya hanya meraup pendapatan Rp 147 miliar.
”Tetap kami optimalkan PAD dari sektor ini (pajak restoran dan kafe) karena kebiasaan masyarakat suka ngopi dan wisata kuliner cukup tinggi saat ini,” terang Ramdhani.
Dia juga menyebut pertumbuhan restoran dan kafe sudah menyebar di lima kecamatan. Hanya saja, dua wilayah masih jadi pusat pertumbuhan bisnis baru. Yakni wilayah Klojen dan Lowokwaru.
Meski sudah ada penambahan WP baru, bapenda bakal tetap menggenjot pelaku usaha tertib membayar kewajiban. Mengingat pada tahun lalu kepatuhan WP restoran dan kafe untuk membayar pajak masih rendah. Alhasil beberapa bulan bapenda sempat menerima setoran dalam jumlah sedikit.
Di tempat lain, Ketua Asosiasi Pengusaha Kafe dan Restoran Indonesia (Apkrindo) Kota Malang Indra Setiyadi menyebut awal 2024 ini pertumbuhan kafe dan restoran masih terbilang tinggi. Hal tersebut didukung dengan banyaknya mahasiswa pendatang di Kota Malang.
”Adanya sejumlah event yang digelar di sini turut mendatangkan banyak wisatawan. Alhasil sektor kuliner jadi buruan,” ungkap Indra.
Dia memprediksi pertumbuhan restoran dan kafe masih akan berlanjut hingga akhir 2024. Sebab, pulihnya ekonomi setelah pandemi Covid-19 mendorong masyarakat berani berbisnis. Meski saingan akan semakin banyak, dia yakin pengusaha melihat banyak potensi pasar yang bisa digali.
Apalagi anak muda di Kota Malang yang penuh kreativitas. Tak salah jika ke depan usaha restoran dan kafe bakal semakin menjamur.
”Kalau sudah tumbuh, pasti akan ada dampak positif seperti PAD Kota Malang pun ikut terdongkrak,” tandas dia. (dur/adn)
Editor : Aditya Novrian