Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Viral Di Semua Platform, Velocity Tren atau Sindrom?

Aditya Novrian • Sabtu, 19 April 2025 | 20:30 WIB

Ilustrasi Dance Velocity (Freepik.com)
Ilustrasi Dance Velocity (Freepik.com)

Velocity tengah menjadi perbincangan hangat di media sosial, khususnya di TikTok.

Istilah ini merujuk pada dance atau joget simpel yang diiringi dengan lagu-lagu viral serta gaya editing di akhir video.

Salah satu alasan utama mengapa Velocity begitu diminati adalah karena kemampuannya menonjolkan ekspresi diri secara lebih dramatis.

Baca Juga: Film Drama Romantis Tahun 2000-an yang Punya Cerita Unik dan Plot Twist Paling Keren

Dengan mengatur kecepatan video, pengguna bisa menciptakan narasi visual yang terasa lebih emosional dan artistik.

Velocity sangat disukai semua kalangan saat ini, sehingga menjadi tren yang selalu muncul di semua platform.

Namun, berawal dari tren juga memiliki dampak negatif yang tidak disadari, seperti kecanduan media sosial dan tekanan untuk selalu mengikuti trend atau yang biasa disebut Fear of Missing Out (FOMO).

Baca Juga: Ryan Gosling Bintangi Film Baru “Star Wars: Starfighter”, Tayang 2027

Selain itu juga, tren ini terkadangan over-used tidak kontekstual.

Beberapa pengguna menggunakan efek velocity di situasi yang kurang pantas, semisal dalam video yang berkaitan dengan peristiwa sensitif.

Tren ini kemudian berkembang menjadi apa yang kini dikenal sebagai sindrom Velocity, di mana seseorang secara refleks akan berjoget atau melakukan gerakan tertentu saat mendengar lagu-lagu yang biasa digunakan dalam tren Velocity, terutama lagu DJ atau remix viral.

Kondisi ini mencerminkan bagaimana tren digital dapat memengaruhi kebiasaan seseorang tanpa disadari.

Di satu sisi, ini menunjukkan betapa kuatnya pengaruh konten terhadap perilaku pengguna, namun di sisi lain juga menimbulkan kekhawatiran akan batas antara ekspresi diri yang sehat dan ketergantungan terhadap media digital.

Dalam masyarakat yang semakin terdorong oleh tren, penting untuk tetap kritis dan sadar konteks saat mengikuti arus viral di media sosial. (nai)

Editor : Aditya Novrian
#tren #Velocity #TikTok