Tapi belakangan, situasinya mulai membaik. Okupansi hotel pun merangkak naik.
Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Batu Sujud Hariadi mengatakan, sebagian hotel bahkan sudah mencatat okupansi di atas 50 persen. Atau lebih dari separuh kamar hotel terisi tamu.
“Banyak faktor yang memicu naiknya okupansi hotel di Kota Batu. Salah satunya mulai banyaknya destinasi wisata yang beroperasi kembali,” terangnya.
Hotel yang okupansinya naik, kata dia biasanya karena punya strategi marketing yang bagus. "Mereka bisa (jeli) melihat pasar, (terutama) saat weekend dan long weekend," kata dia.
Kebetulan, pekan ini ada dua tanggal merah yang jadi berkah bagi sektor pariwisata dan perhotelan. Yakni Hari Kemerdekaan, Senin (17/8), dan Tahun Baru Hijriah, Kamis (20/8).
Meski begitu, Sujud tidak memungkiri bahwa masih banyak hotel yang okupansinya masih kecil. "Setahu saya, masih ada yang okupansinya 25-30 persen," kata Sujud.
Terpisah, Sales Marketing Manager Amarta Hills Hotel and Resort Kota Batu Ayu Arimami mengatakan bahwa tren okupansi terbilang positif.
“Kalau dirata-rata sudah sekitar 60-70 persen okupansinya,” kata Ayu.
Dia menyebut, okupansi hotel naik karena sejumlah faktor. "Long weekend menjadi salah satu faktor yang berpengaruh," ujarnya.
Pewarta : Ulfa Afrian
Editor : Mufarendra