Iwan Cahyono Hermawan, pembudidaya jamur tiram asal Desa Sumbergondo mengatakan, sejak tahun 2008 berkecimpung di dunia jamur mengaku tidak pernah mengalami kerugian dalam segala hal kondisi. "Waktu ada boomingnya Flu Burung, Mers sampai pandemi Covid-19, Alhamdulillah lancar," katanya.
Iwan sapaan akrabnya mengatakan hampir 80 persen penjualan hasil panennya di Malang Raya. Lalu sistem penjualannya tidak dengan cara "tebas" oleh tengkulak sayur pada umumnya. "Jadi jamur saya itu dibeli beberapa bakul (pedagang) sayur bukan tengkulak besar," katanya. Selain di Malang Raya, penjualan jamur tiramnya juga sampai dijual ke Pasar Keputran, Surabaya.
Dalam sehari dia bisa panen 1 kwintal jamur tiram dengan 30 ribu badlog yang ada di lumbung atau rumah jamur miliknya. Sedangkan omzet setiap bulannya bisa mencapai Rp 20 juta lebih. "Saya untuk badlog membuat sendiri dan bahan baku seperti serbuk gergaji, plastik, bibit jamur dapat terpenuhi semua," katanya. Selain menjual jamur tiram, Iwan juga menjual badlognya dengan harga Rp 2.300 dan setiap hari bisa menghasilkan 500 badlog.
Pewarta: Nugraha Editor : Shuvia Rahma