Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Komoditas Ini Sukses Lewati Wabah Flu Burung Sampai Covid

Shuvia Rahma • Jumat, 18 September 2020 | 17:31 WIB
Harga komoditas jamur termasuk stabil di tengah pandemi Covid-19. (Nugraha / Radar Malang)
Harga komoditas jamur termasuk stabil di tengah pandemi Covid-19. (Nugraha / Radar Malang)
KOTA BATU - Harga sayur hortikultura di Kota Batu bisa dibilang anjlok, misalkan saja sawi putih hanya laku Rp 300 rupiah dari petani. Tetapi tidak halnya bagi pembudidaya jamur tiram. Harga komoditi yang masuk jenis sayuran ini tetap stabil dikisaran Rp 11 ribu per kg.

Iwan Cahyono Hermawan, pembudidaya jamur tiram asal Desa Sumbergondo mengatakan, sejak tahun 2008 berkecimpung di dunia jamur mengaku tidak pernah mengalami kerugian dalam segala hal kondisi. "Waktu ada boomingnya Flu Burung, Mers sampai pandemi Covid-19, Alhamdulillah lancar," katanya.

Iwan sapaan akrabnya mengatakan hampir 80 persen penjualan hasil panennya di Malang Raya. Lalu sistem penjualannya tidak dengan cara "tebas" oleh tengkulak sayur pada umumnya. "Jadi jamur saya itu dibeli beberapa bakul (pedagang) sayur bukan tengkulak besar," katanya. Selain di Malang Raya, penjualan jamur tiramnya juga sampai dijual ke Pasar Keputran, Surabaya.

Dalam sehari dia bisa panen 1 kwintal jamur tiram dengan 30 ribu badlog yang ada di lumbung atau rumah jamur miliknya. Sedangkan omzet setiap bulannya bisa mencapai Rp 20 juta lebih. "Saya untuk badlog membuat sendiri dan bahan baku seperti serbuk gergaji, plastik, bibit jamur dapat terpenuhi semua," katanya. Selain menjual jamur tiram, Iwan juga menjual badlognya dengan harga Rp 2.300 dan setiap hari bisa menghasilkan 500 badlog.


Pewarta: Nugraha Editor : Shuvia Rahma
#COVID-19 #nug #RMOC #harga jamur #jamur