”Kecenderungannya selama adaptasi normal baru ini, penjualan online yang signifikan dibandingkan dengan konvensional. Sebab, dengan penjualan online memiliki kelebihan, yakni meminimalisasi kontak antara penjual dan pedagang," kata Kepala Diskumdag Kota Batu Eko Suhartono.
Seperti diketahui, awal adanya pandemi korona tempat-tempat wisata dan penginapan sempat ditutup. Sehingga berimbas kepada kunjungan wisatawan yang berkurang drastis dan dampaknya UMKM sepi penjualan. Namun, bagi masyarakat yang dapat menjalankan perkembangan teknologi justru tidak mengalami kerugian meski pandemi. ”Oleh sebab itu di era teknologi 4.0, UMKM ini harus bisa beradaptasi juga dengan perkembangan zaman,” katanya.
Di sisi lain, diakuinya ada UMKM yang benar-benar memperoleh keuntungan yang lebih di tengah pandemi Covid-19, yakni pembudi daya tanaman hias di Desa Sidomulyo. Meski tidak diketahui jumlah pastinya, namun diperkirakan sekitar 80 persen dari seluruh penduduknya merupakan penjual tanaman hias. ”Karena korona ini banyak orang di rumah sehingga mencari kesibukan baru, salah satunya merawat tanaman hias. Itu penjualnya keuntungan sehari bisa sampai tiga kali lipat dibandingkan dengan sebelum ada Covid-19 karena jualan online,” katanya.
Oleh sebab itu, pada bulan November mendatang, pihaknya akan mengadakan pelatihan UMKM dengan materi pemasaran produk. Sebanyak 250 orang dikabarkan sudah mendaftar pelatihan online tersebut. ”Nanti itu kami adakan sebanyak 10 kali dan setiap kelas diisi sekitar 25 orang,” katanya. Pelatihan UMKM ini diperuntukkan khususnya bagi pelaku usaha yang tergolong masih merintis. Selain itu, pihaknya juga membantu fasilitasi UMKM untuk mendapatkan bantuan permodalan dari pemerintah pusat. Seperti bantuan langsung tunai (BLT) dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu) senilai Rp 2,4 juta itu. Pihaknya melakukan pendataaan sebanyak 3.000 UMKM yang tergolong pelaku usaha kecil untuk diusulkan mendapatkan bantuan tersebut. ”Itu terseleksi secara nasional atau bersaing,” katanya. Lalu untuk bantuan pinjaman permodalan dari Bank Jatim salah satunya dari UMKM perajin kayu di Dusun Rejoso, Desa Junrejo, mendapatkan suntikan dana Rp 350 juta.
Di sisi lain, dalam geliat UMKM, Pemkot Batu juga mendukung event bazar UMKM salah satunya event October Fair di Jatim Park 3. Wali Kota Batu Hj Dra Dewanti Rumpoko MSi mengatakan, kegiatan perekonomian harus jalan dengan penerapan protokol kesehatan Covid-19. Dia berharap, event seperti ini dapat menjadi acara tahunan. Selain itu, dia berharap acara seperti ini dapat meningkatkan angka perekonomian di Kota Batu.
Pewarta: Nugraha
Editor : Shuvia Rahma