Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Angka Inflasi Kota Malang Paling Rendah Dibanding 8 Daerah di Jatim

Ahmad Yani • Senin, 5 April 2021 | 16:22 WIB
MASIH PEDAS: Pedagang komoditas cabai di Kota Malang.(Dokumen Radar Malang)
MASIH PEDAS: Pedagang komoditas cabai di Kota Malang.(Dokumen Radar Malang)
MALANG KOTA – Angka inflasi Kota Malang yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang per 1 April ini mengindikasikan optimisme pertumbuhan ekonomi. Tapi di sisi lain, ini menunjukkan inflasi tertinggi selama lima tahun terakhir untuk periode Maret.

Dari data BPS Kota Malang yang dirilis kemarin (4/4), inflasi Kota Malang per 1 April ini tercatat 0,08 persen (month to month/mtm) dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 104,16. Sementara jika mengacu rilis inflasi bulanan untuk periode Maret selama 5 tahun terakhir, bekisar -0,03 persen (mtm). Meski tertinggi selama periode Maret pada lima tahun terakhir, tapi inflasi kali ini terendah dibanding delapan kabupaten/kota lain di Jatim.

Kepala Kantor Bank Indonesia (BI) Perwakilan Malang Azka Subhan Aminurridho mengatakan, inflasi Kota Malang ini mengindikasikan optimisme pertumbuhan ekonomi di akhir triwulan I 2021 ini. Karena itu, pihaknya berkomitmen menjaga stabilitas harga dan memperkuat koordinasi kebijakan dengan pemerintah daerah (Pemda). Bahkan, akan konsistensi dalam mengarahkan ekspektasi inflasi melalui program - program tim pengendalian inflasi daerah (TPID).

”Bank Indonesia Malang dan pemerintah daerah juga terus berupaya mendorong kegiatan ekonomi. Namun, tentunya dengan memperhatikan protokol kesehatan,” ungkap Azka, kemarin (4/4).

Salah satu contohnya, mendukung peningkatkan daya beli masyarakat seiring dengan perluasan vaksinasi Covid-19. ”Hal itu sebagai bagian dari upaya mendukung program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dengan tetap fokus mengendalikan inflasi pada bulan Ramadan dan hari raya Idul Fitri,”paparnya.

Sementara itu, penyumbang inflasi pada periode kali ini 0,13 persen dari faktor kelompok makanan, minuman dan tembakau. Sedangkan 0,15 persen dari sektor cabai rawit, 0,05 persen sektor bayam, dan 0,03 persen dari tahu mentah.

Dia mengatakan, inflasi cukup tertahan akibat koreksi harga daging ayam ras, mobil, dan emas perhiasan dengan andil masing-masing sebesar -0,04 persen, -0,04 persen, dan -0,03 persen.

Untuk diketahui, kenaikan harga cabai rawit berlangsung sejak dua bulan terakhir ini. Pemicunya adalah kurangnya pemasokan komoditas cabai. Selain itu, faktor cuaca juga berpengaruh. Misalnya tingginya curah hujan, sehingga berdampak pada merosotnya produksi hasil pertanian cabai.(rmc/ulf/dan)
Editor : Ahmad Yani
#Emas #cabe rawit #Angka #Kota Malang #inflasi