Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Pemain Kripto: Nilai Tukar Bitcoin Bisa hingga Ratusan Juta Rupiah

Mardi Sampurno • Kamis, 27 Januari 2022 | 19:30 WIB
Ilustrasi mata uang kripto (Istimewa)
Ilustrasi mata uang kripto (Istimewa)
MALANG KOTA- Lantas seperti apa sebenarnya transaksi bitcoin tersebut? Salah satu pemain kripto, Nanda Rizal saat hadir di kantor Jawa Pos Radar Malang menjelaskan, dirinya tidak sengaja menekuni kripto jenis bitcoin.

Awalnya, dia mengerjakan software milik orang Rusia dan dibayar menggunakan bitcoin. Terkejut baginya, nilai tukar satu bitcoin bisa sampai puluhan hingga ratusan juta rupiah. ”Saat ini saja satu bitcoin bisa Rp 600 juta. Kadang bisa naik dan turun kayak saham,” beber Nanda.

Sungguh menggiurkan memang. Dari situlah dia mulia bermain bitcoin. Mengapa memilih bitcoin? Alasannya sederhana, memangkas waktu dan biaya ketika transaksi lintas negara. Jauh berbeda jika menggunakan paypal (transaksi online) lainnya. Jika menggunakan paypal, waktu yang dibutuhkan bisa berhari-hari. Namun dengan bitcoin yang ditransaksikan menggunakan blockchain (teknologi digital) bisa hanya dengan waktu 45 menit sampai satu jam.

Untuk biaya pengiriman, transaksi di paypal bisa dipatok sebesar 5-10 persen dari nilai transaksi. Sementara kripto hanya 0,8-20 dollar dari nilai transaksi. Nanda pun menuturkan jika investasi bitcoin ini bisa menguntungkan karena nilai tukar satu bitcoin bisa tinggi, maka untung besar. Namun juga bisa menjadi boomerang kalau sedang turun. ”Jadi kalau dijadikan investasi tidak bisa jadi patokan. Selain tidak jelas mata uangnya, harga ini kan juga tengah ‘digoreng’ oleh komunitas,” beber engineering software ini.

Nanda menambahkan jika kripto memang menjadi bisnis yang menjanjikan saat pandemi Covid-19 ini. Hanya saja masyarakat juga harus paham bahwa bitcoin juga ada batasan berupa kegiatan transaksi. Dari pengetahuannya, Bank Indonesia juga masih melarang adanya transaksi ini.

Hal serupa juga dialami Abdul Salam. Ketua Forum Komunikasi Koperasi Syariah (FKKS) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Jawa Timur itu juga melakukan transaksi melalui kripto. Dia yang mulai terjun ke dunia kripto sejak 2018 silam itu mampu menghasilkan beberapa keuntungan menjadi seorang mining (penambang). ”Selain transaksi cepat karena peer to peer (berbagi), nilai satu bitcoin yang saya beli seharga Rp 750 ribu dulu sekarang bisa naik 100 kali lipat,” katanya.

Salam menjelaskan jika kripto dengan puluhan ribu mata uang ini bisa jadi alternatif investasi. Namun memang ada risiko besar di baliknya. Yakni bentuk fisik mata uang yang tidak jelas bisa menyebabkan aset yang dimiliki juga tidak jelas. Penyimpanan di sebuah software pun juga bisa berisiko disalahgunakan oleh orang lain. Namun hal itu sangat kecil sekali untuk terjadi.

Maraknya bisnis kripto di Indonesia juga terdapat komunitas khusus. Komunitas yang berisi para mining itu berkumpul secara virtual. Jumlahnya pun bisa ribuan orang. Perkumpulan tersebut saling berbagi informasi dan mengedukasi cara jual-beli aset kripto. ”Semuanya (mining) itu mengajak setiap anggota tak salah dalam mengambil keputusan, kalau salah maka ruginya bisa tepuk jidat,” tutur Salam. (and/abm)

  Editor : Mardi Sampurno
#kripto #berita terkini #Kota Malang #Bitcoin #radar malang