Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Bank Indonesia Sebut Indeks Keyakinan Konsumen Masih Stabil

Mardi Sampurno • Senin, 7 Maret 2022 | 20:00 WIB
DIPREDIKSI NAIK: Kepala Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan (KPw) Malang Samsun Hadi  (Photo by Radar Malang)
DIPREDIKSI NAIK: Kepala Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan (KPw) Malang Samsun Hadi (Photo by Radar Malang)
MALANG-Kenaikan harga sejumlah kebutuhan rumah tangga menjelang bulan Ramadan juga mendapat atensi dari Bank Indonesia Kantor Perwakilan (BI KPw) Malang. Mereka memastikan bila keyakinan konsumen terhadap ekonomi masih terjaga.

Hal itu tercermin dari indeks keyakinan konsumen (IKK) pada bulan Februari 2022, yang tercatat di angka 109,00. Meski angka itu lebih rendah dibandingkan bulan Januari lalu, saat berada di angka 133,25, namun itu mengindikasikan bila masyarakat masih berada pada level optimistis terhadap ekonomi.

”Peningkatan level PPKM menjadi tiga pada bulan lalu menjadi salah satu dampak (penurunan IKK)-nya,” kata Kepala BI KPw Malang Samsun Hadi. Ke depan, BI KPw Malang bakal berkoordinasi dengan Pemkot Malang. Mereka bakal mengarahkan ekspektasi inflasi melalui program-program tim pengendali inflasi daerah (TPID) untuk mengendalikan inflasi 2022, sesuai target yakni sebesar 3,0 persen atau kurang lebih 1 persen. ”Kami melakukan monitoring harga dan ketersediaan bahan pokok secara rutin untuk komoditas yang mengalami kenaikan. Termasuk minyak goreng yang saat ini jadi atensi,” sambung Samsun.

Di sisi lain, dari hasil pantauan koran ini, harga elpiji nonsubsidi juga mengalami kenaikan. Menanggapi hal tersebut Section Head Communication Pertamina Patra Niaga Jawa Timur Bali Nusa Tenggara (Jatimbalinus) Arya Yusa Dwicandra memastikan bila penyesuaian harga hanya berlaku untuk LPG nonsubsidi. Seperti Bright Gas yang porsi konsumsinya hanya 7 persen. Penyesuaian harga yang berlaku mulai tanggal 27 Februari lalu itu juga telah mempertimbangkan kondisi serta kemampuan pasar LPG non subsidi.

Di Malang Raya, kebutuhan elpiji subsidi mencapai 133 ribu tabung per hari. Sementara elpiji nonsubsidi mencapai 3 ribu tabung per hari. ”Meski demikian, stok tabung elpiji di Malang Raya masih aman. Jadi harga yang terjual saat ini merupakan penyesuaian,” bebernya. Dengan data tersebut, Arya menjelaskan bila elpiji subsidi porsi konsumsinya sekitar 93 persen dari total konsumsi LPG nasional.

Jumlahnya memang lebih besar karena elpiji tersebut dikhususkan bagi masyarakat kurang mampu. Kepada koran ini, dia juga menyebut bila pihaknya turut andil memberikan subsidi sekitar Rp 11 ribu per kilogram. Sehingga masyarakat dapat membeli LPG subsidi dengan harga yang terjangkau. ”Kami juga belum bisa memprediksi kapan turun (harga elpiji nonsubsidi, red),” tandas Arya.(adn/rb5/by) Editor : Mardi Sampurno
#stok aman #Indeks Keyakinan Konsumen #bank indonesia #Bahan Pangan #kenaikan harga #malang