Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Pengunjung Mal Meningkat, Tenant Fashion dan Kuliner Panen Omzet

Mardi Sampurno • Selasa, 26 April 2022 | 20:00 WIB
ILUSTRASI: Lippo Plaza Batu tingkat kunjungannya meningkat sama dengan Matos. (Dok/Radar Malang)
ILUSTRASI: Lippo Plaza Batu tingkat kunjungannya meningkat sama dengan Matos. (Dok/Radar Malang)
MALANG KOTA-Di tempat lain, Jawa Pos Radar Malang sempat menemui Ratna Dewi, salah satu warga yang sedang berbelanja di Malang Town Square (Matos), kemarin (25/4). Saat ditemui, dia mengaku hendak berbelanja baju dan sandal.

”Karena Lebaran tahun ini pembatasan lebih longgar dan bisa bertemu banyak orang. Jadi harus berpenampilan yang baik untuk bertemu dan silahturahmi dengan orang,” kata warga kecamatan Klojen tersebut.

Sementara itu, Mall Director Matos Fifi Trisjanti mengakui bila pengunjung di tempatnya meningkat sekitar 80 persen. ”Hampir menyamai jumlah pengunjung di tahun 2019 atau sebelum pandemi di momen yang sama,” ujar dia. Fifi menyebutkan bahwa jumlah pengunjungnya pada weekday berkisar antara 20 hingga 25 ribu pengunjung. ”Sedangkan weekend mencapai 35 ribu pengunjung,” imbuhnya.

Disinggung soal estimasi pendapatan, pihaknya masih belum merincinya lebih detail. ”Karena itu (datanya ada, red) di masing-masing tenant,” kata dia. Di sisi lain, pelanggaran yang diberikan pemerintah juga disambut baik para pemilik tenant di Matos. Seperti disampaikan Tony Wibowo, pegawai salah satu tenant yang menjual baju. Meski enggan menyebutkan berapa pendapatannya, Tony mengaku bila jumlah pengunjung maupun pendapatan berbanding lurus. ”Perkiraan jelang Lebaran ada 90-an pembeli (per hari). Kalau hari-hari biasa, tidak sampai 50 pembeli,” ujar dia. Sebagai tambahan informasi, Tony menyebut bila kisaran harga baju yang dia jual antara Rp 100 ribu hingga Rp 200 ribu.

Serupa dengan Matos, jumlah kunjungan di Mall Olympic Garden (MOG) juga mengalami kenaikan yang signifikan. Leasing SPV MOG Peptiana Makdalina mengestimasi jumlah kunjungan naik antara 50 hingga 75 persen saat weekend. Dalam sehari pada saat weekday, jumlah kunjungan di MOG selama bulan Ramadan ini mencapai 9.000 hingga 14.000 orang. Sementara saat weekend bisa mencapai 15.000 hingga 18.000 pengunjung. ”Sejak Sabtu tanggal 23 April sudah terjadi lonjakan pengunjung. Namun puncaknya kami estimasi pada hari Jumat dan Sabtu pekan ini,” terang dia.

Selain itu, pihaknya juga memprediksi bila puncak keramaian bakal terjadi pada dua hari setelah hari Idul Fitri. Berdasarkan analisanya, lonjakan pengunjung itu terjadi karena perusahaan-perusahaan sudah mulai mengeluarkan tunjangan hari raya (THR). Sehingga euforia masyarakat lebih tinggi dalam bertransaksi.

Disinggung soal pendapatan, Peptiana menjelaskan bila pihaknya mengukur secara acakdari hasil survei ke beberapa tenant yang ada di MOG. Yang pasti menurutnya, rata-rata tenant menyampaikan ada kenaikan omzet. ”Dari informasi seperti itu, kami juga kroscek di lapangan, seperti jumlah pengunjung dan kunjungan di setiap toko. Namun, rata-rata memang ada kenaikan, terutama pada segmen fashion dan restoran,” bebernya.

Sebagaimana diberitakan, setelah dua tahun harus menghemat biaya operasional, di tahun ini para pengelola dan pelaku usaha di mal-mal mulai merasakan benar-benar momen ’panen’.  Dalam beberapa hari terakhir, jumlah kunjungan masyarakat terus meningkat. Estimasinya naik antara 50 sampai 75 persen dibandingkan sebelum bulan Ramadan. Peningkatan jumlah kunjungan itu tentu berimbas positif terhadap keuntungan di tiap mal. (adn/rb5/rb6/by)

  Editor : Mardi Sampurno
#Tenant #Omzet #Malang Raya #Transaksi #Fashion #Mal #kuliner #Meningkat