Kepala Bidang (Kabid) UMKM Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang Mochamad Baihaqie me ngungkapkan, tahun 2023 ini pihaknya mengalokasikan Dana Pelaksanaan Anggaran (DPA) Rp 4 miliar. Dana tersebut untuk memberdayakan UMKM.
“Kami memiliki dua program, yakni pemberdayaan UMKM dan pengembangan UMKM,” ungkap pejabat eselon III B itu.
Dia memaparkan, terdapat lima sub kegiatan program pem berdayaan UMKM. Misalnya pendataan potensi dan kemitraan usaha. Sedangkan satu sub kegiatan lain, yakni fasilitasi usaha mikro menuju usaha kecil. “Dalam program pemberdayaan UMKM, tahun ini akan diadakan pelatihan barista, pengembangan aneka roti, dan fashion muslim,” imbuhnya.
Setiap peserta yang mengikuti pelatihan tersebut akan diberi peralatannya. Selain itu, dia mengatakan, ada pelatihan pembuatan kue kering (cookies). Namun untuk pelatihan ini tidak ada tambahan bantuan peralatan.
Sebelumnya, tahun 2022 lalu, bidang UMKM juga pernah mengadakan pelatihan. Fokusnya adalah pembuatan olahan makanan berbahan dasar cokelat. Masingmasing peserta mendapatkan mixer dan panci kukus. Pelatihan lain adalah pembuatan busana yang akan mendapatkan mesin jahit. Untuk kegiatan tersebut, pihaknya menganggarkan Rp 710 juta.
Sementara itu, Wali Kota Malang Sutiaji mengatakan, pihak nya memberi perhatian lebih terhadap UMKM. Selain memberdayakan melalui programprogram pelatihan, Pemkot Malang juga berkontri busi da lam memasarkan produk UMKM, khususnya yang berge rak di sektor makanan dan mi numan (mamin). ”Pengadaan mamin ASN dipasok dari UMKM,” kata Sutiaji.
Bantuan dari Diskopindag ter sebut terbukti mampu mening katkan produksi Lukis Ok ti hariati. Pemilik usaha aneka olahan cokelat itu mendapatkan mixer, panci kukus, dan berbagai alat pendukung memasak. “Kebetulan waktu itu mixer saya ru sak dan butuh panci kukus besar. Karena sebelumnya mengukus pakai panci biasa,” ujar Lukis. Dengan kapasitas alat le bih besar, produksi Lukis semakin banyak dan cepat daripada sebelumnya.
Program pemberdayaan UMKM tersebut dirasakan oleh Canggi Fully, pemilik sa lah satu UMKM yang memproduksi brownies di Kota Ma lang. Canggi mengaku sering mengikuti pelatihan yang diadakan oleh disko pindag. Di antaranya pelatihan pembukuan keuangan dan market place. ”Sebelum pelatihan, saya tidak mengerti pem bukuan. Sekarang mulai membuat pembukuan yang rapi. Agar perputaran uangnya bisa terkontrol,” ujar Canggi.
Berhasil mengembangkan UMKM sejak 2016 lalu, kini dia ke rap menjadi instruktur pelatihan bakery yang digelar dis kopindag. Berkat menjadi ins truktur, dia mendapatkan re munerasi sekitar Rp 1,5 juta sampai Rp 2 juta. (yun/dan)
Editor : Mardi Sampurno