Salah seorang pedagang sembako Khoirul Ummah mengatakan, sekarang ini stok minyak subsidi atau Minyakita mulai berkurang. “Biasanya saya dapat 10 karton Minyakita. Per kartonnya isi 12 kemasan. Tapi, sekarang hanya dapat kurang dari 5 karton,” jelasnya. Artinya, stok Minyakita di kalangan pedagang berkurang 50 persen. Yang semula 120 kemasan Minyakita, sekarang hanya 60 kemasan.
Perempuan yang akrab disapa Ummah ini menuturkan, menipisnya stok ini sangat berpengaruh pada penjualan sehari-sehari. Sebab, banyak masyarakat yang bergantung pada murahnya harga minyak bersubsidi. “Saya dengar katanya minyak subsidi sudah dicabut oleh pemerintah. Nah, pas awal tahun ini sekarang harga Minyakita mulai mengalami kenaikan. Saya jual Rp 15.500 per liter,” ujar warga asal Kelurahan Temas ini.
Hal yang sama juga dirasakan oleh pedagang sembako lainnya. Jamaiyah mengatakan, sejak ada kenaikan harga minyak subsidi justru pengaruhnya di stok. “Dalam seminggu sekali, saya perlu stok 50 karton (600 kemasan). Tapi, saat harga naik, hanya ada sedikitnya 10 karton (120 kemasan),” kata Umik Yah, sapaan akrabnya.
Dia mengaku, dengan menipisnya stok Minyakita ini akhirnya masyarakat terpaksa membeli minyak yang lebih mahal. Seperti, minyak merek Fraisswell, Bimoli, Sunco, dan sebagainya. (ifa/lid) Editor : Mardi Sampurno