Transparansi ini telah dilakukan oleh Koperasi Kredit (Kopdit) Kosayu melalui laporan pertanggungjawaban pengurus dan pengawas di Rapat Anggota Tahunan (RAT) tahun buku 2022. Setelah tiga tahun digelar secara daring, RAT kali ini digelar secara luring di Dome UMM, Minggu (26/2).
Ketua Koperasi Kredit Kosayu periode 2020-2023 Dwi Lejaring Pambudi mengatakan kegiatan RAT ini dihadiri setidaknya 6 ribu anggota. Untuk diketahui, total per 31 Desember 2022 jumlah anggota 8.369 aktif Kopdit Kosayu.
Tema yang diusung kali ini yaitu ”Berkolaborasi dan Bersinergi dalam Upaya Mengembangkan Anggota yang Inovatif serta Produktif”.
Pambudi menyebut tema ini sebagai harapan kepada seluruh pengurus, pengawas dan anggota agar tetap bersinergi dan berinovasi. (Bersambung di halaman selanjutnya)
Sebab dalam prosesnya, ketiga elemen itu saling bersinergi. ”Harus bersama-sama kerja bareng, tidak bisa sendiri-sendiri. Apa yang sudah diprogramkan bisa dilaksanakan bersama-sama.
Mereka harus punya inovasi untuk mengembangkan anggota yang lebih produktif dalam memberikan saran atas keputusan pengurus dan usaha anggota,” ungkapnya.
Koperasi Kredit Kosayu juga mendorong anggotanya untuk berinovasi dan produktif terkait dengan pendidikan perkoperasian. Dengan adanya pendidikan, anggota tidak mudah terpengaruh akan isu negatif yang datang dari eksternal koperasi.
Anggota juga lebih memilih untuk menyimpan dan menabung di koperasi ini, daripada melakukan peminjaman. ”Anggota yang berpendidikan paham tentang koperasi, sehingga tidak mudah terpengaruh isu negatif.
Sehingga masyarakat akan percaya bahwa koperasi ini adalah koperasi yang benar. Banyak anggota yang menyimpan uangnya di kami. Ini karena diurusi oleh orang yang sederhana dan tidak macam-macam,” tegas Pambudi.
Koperasi Kredit Kosayu punya perhatian khusus di dunia pendidikan. Salah satunya dengan memberikan program baru untuk anggotanya, yaitu Pinjaman Pendidikan.
Pinjaman ini untuk dana pendidikan jenjang TK hingga SMA maupun perguruan tinggi. Dan juga untuk pengembangan usaha. Suku bunga pendidikan mencapai 11 persen, dengan maksimal pinjaman Rp 76 Juta. Sedangkan untuk usaha sebesar 12 persen dengan pinjaman mulai Rp 100 juta hingga miliaran rupiah. (Bersambung di halaman selanjutnya)
”Jika ada yang lebih rendah suku bunganya silakan laporkan ke kami. Maka akan kami evaluasi, benarkah itu? Kami juga terus belajar, koperasi ini kan tempat belajar juga. Sehingga warga Kota Malang dapat memanfaatkan Koperasi ini,” ungkapnya.
Sistem transparansi keuangan juga dilakukan oleh Kopdit Kosayu. Salah satunya dengan menempelkan dan menyebarkan hasil dari laporan pengawas koperasi setiap bulannya.
Pun juga audit eksternal yang dilaporkan setiap tahunnya seperti pelaksanaan RAT. ”Kami laporkan apa adanya,” bebernya.
”Satu tahun pertama kami memang banyak masukan, namun dua tahun berikutnya karena kami memperbaiki diri, tim audit eksternal mengatakan kalau kemajuan koperasi sangat pesat dari segi kepatuhan aturan-aturan yang ada,” sambungnya.
Pada kesempatan RAT itu, Wakil Wali Kota Malang Ir Sofyan Edy Jarwoko turut hadir dan mengapresiasi koperasi ini.
Wawali juga meninjau 90 stan bazar UMKM yang ada di depan Dome Universitas Muhammadyah Malang. Menurutnya koperasi menjadi salah satu instansi keungan yang membantu masyarakat Kota Malang di masa sulit.
”Koperasi banyak membantu masyarakat untuk tetap eksis dan hidup dengan layak,” ujarnya. (rof/dik) Editor : Indra Andi