MALANG KOTA - Indonesia merupakan negara dengan mayoritas penduduk yang beragama Islam. Sehingga memiliki potensi yang cukup besar dalam mengembangkan keuangan syariah. OJK Malang memanfaatkan potensi tersebut untuk mensosialisasikan layanan jasa keuangan syariah dengan menggelar talk show Invest Now, Harvest Tomorrow di pondok pesantren mahasiswa Al Hikam Malang Jumat (14/4).
Sekitar 100 santri antusias mengikuti talkshow tersebut. Kabag Pengawasan Industri Keuangan Keuangan Non Bank, Pasar Modal dan Edukasi Konsumen OJK Malang Nilam Yunida mengatakan pemilihan lokasi di pesantren dikarenakan ingin lebih mengenalkan keuangan syariah, terutama literasi pasar modal syariah.
Dengan menghadirkan narasumber yang ahli di bidang investasi, talk show tersebut disambut antusias para santri yang ternyata sudah banyak yang smemiliki pengalaman di dunia investasi. Narasumber tersebut yakni Executive Trainer Kantor Perwakilan BEI Jawa Timur Dyan Fajar Mahardika dan Investment Specialist PT Mirae Asset Sekuritas Rizal Agung Wicaksono.
"Indonesia merupakan pasar yang potensial untuk mengembangkan produk dan jasa keuangan syariah," tutur Nilam. Ia menyebutkan Indonesia beberapa kali memiliki pencapaian di tingkat global, yakni diantaranya peringkat pertama Islamic Finance Country Index (IFCI) pada Global Islamic Finance Report 2021, peringkat ke dua pada Islamic Finance Development Indicator (IFDI) 2021, dan peringkat ke empat pada Global Islamic Economy Indicator (GIEI) Score 2022).
"Untuk itu, Potensi tersebut dapat menjadi bekal untuk lebih mengembangkan dan mengenalkan lagi mengenai keuangan syariah," tambahnya. Namun menurutnya kecilnya angka literasi dan inklusi keuangan syariah di Indonesia menjadi tantangan tersendiri. Ia menyebutkan pada tahun 2022 angka inklusi keuangan syariah sebesar 9,14 persen, sangat rendah dibanding dengan literasi keuangan konvensional yang sebesar 49,68%. Sedangkan tingkat inklusi keuangan syariah hanya 12,12% dibanding inklusi keuangan konvensional yang sudah mencapai 85,10%.
Ia juga memberikan tips berinvestasi aman kepada para santri, yakni dengan 2L. Legal dan Logis. Sebelum terjun ke dunia investasi, Nilam mengatakan harus mengecek dulu legalitasnya. Yaitu dengan membuka di laman ojk.co.id, atau hubungi 157. Yang kedua adalah Logis, yakni jangan cepat percaya dengan tawaran-tawaran yang sangat menguntungkan dan cepat "Pada dasarnya tidak ada investasi yang tidak ada resikonya," ungkapnya. Ia mengatakan semakin tinggi keuntungan, maka juga semakin tinggi resikonya.
Ia berharap para santri yang juga merupakan generasi milenial dapat memiliki pemahaman yang baik terkait investasi dan juga pasar modal syariah. "Pasar modal ini semoga bisa menjadi alternatif bagi anak-anak milenial untuk berinvestasi yang menguntungkan,” tutur Nilam.
Pewarta JPRM 2 Durotul Karimah Editor : Didik Harianto