Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Pernah Dibeli Jokowi, Kirim Produk Bordir ke Dubai hingga Kanada

Yudistira Satya Wira Wicaksana • Jumat, 1 September 2023 | 18:53 WIB
Produk bordir karya Aliefien Primianti yang dipamerkan di Pesta Rakyat Simpedes BRI
Produk bordir karya Aliefien Primianti yang dipamerkan di Pesta Rakyat Simpedes BRI

 

MALANG - Produk-produk bordir Maharani Embroidery terpajang di salah satu stand pada Pesta Rakyat Simpedes BRI Minggu (27/8) lalu. Mulai dari baju, jilbab sandal handuk hingga lampu hias tampak sangat anggun ditambah dengan warna-warna bordir yang serasi. Tidak ada yang menyangka produk-produk tersebut bermula dari hobi yang ditekuni oleh Aliefien Primianti.

Wanita asal Malang tersebut sudah gemar berkreasi dan berwirausaha. Setelah lulus kuliah pada tahun 1994, perempuan lulusan FEB Universitas Brawijaya tersebut sempat bekerja sebagai tenaga desain di salah satu perusahaan sprei dan bedcover. “Kemudian pada tahun 1996, saya mengelola kos salah satu saudara,” tutur Wanita yang akrab disapa Pipin tersebut.

Karena memiliki banyak waktu luang, ia kemudian kembali menekuni hobinya membuat kerajinan. Galery pertama miliknya merupakan garasi kos, tempat tersebutlah yang menjadi awal terciptanya Maharani. Produk-produk yang dihasilkan merupakan produk daur ulang seperti lilin, sabun, dan hantaran belum merambah ke bordir.

Akhirnya pada tahun 1999 ia menerima banyak sekali pesanan untuk souvenir sehingga memerlukan tenaga pembantu produksi yang banyak. “Pada tahun 2001 ada yang memesan dengan bahan blacu dan bordir, namun banyak terjadi salah produksi dan banyak bahan yang menumpuk,” kata wanita kelahiran tahun 1973 tersebut.

Dari bahan menumpuk itulah, Pipin kemudian mulai banyak mengkreasikan bordir. “Setelah melihat blacu dibordir bunga kecil hasilnya cantik, saya langsung jatuh hati pada blacu dan bordir,” kenangnya. Mulai saat itu Pipin fokus pada kerajinan blacu dan bordir, yang hingga saat ini menjadi produk unggulan Maharani.

Karena sering memproduksi untuk souvenir pernikahan atau acara besar lainnya, Maharani menjadi dikenal banyak orang. “Di setiap produk saya selalu menyelipkan kartu nama,” kata dia.
Tak heran hingga saat ini pelanggan Maharani Embroidery banyak diantaranya berasal dari kalangan pejabat pejabat hingga selebriti.

Beberapa di antaranya ialah Iriana Joko Widodo, Mufida jusuf Kalla, Anisa Pohan, Irfan Hakim, Ayu Dewi, dan masih banyak lainnya. Tidak hanya di dalam negeri, produk-produk karya Pipin juga sudah merambah pasar luar negeri, seperti Malaysia, Kanada, hingga Dubai.

Selain pemasaran melalui mulut ke mulut, Pipin juga sering mengikuti pameran seperti Inacraft, Femina dan juga pameran yang diadakan oleh Bank BRI. Sejak 5 tahun lalu, Pipin bergabung dan mengikuti pelatihan dan pameran dari BRI. “Dari Pameran BRI ini saya sekarang sudah memiliki gallery di Mall-mall besar di Surabaya dan Jakarta.

Saat ini, dengan dibantu oleh 75 karyawan dan 60 kepala mesin Bordir, perharinya Pipin bisa membuat ratusan produk. Kelebihan Maharani Embroidery selain ada pada bordir yang rapi dan desain perpaduan warna yang cantik, adalah kecepatan produksi. “Kan biasanya untuk acara besar dibutuhkan souvenir banyak dalam waktu dekat,” tuturnya.

Karyawan-karyawannya ia datang dari tetangga dan beberapa siswa yang magang kemudian setelah lulus bergabung. Pipin memiliki cerita haru mengenai salah satu dari banyaknya karyawannya, ada satu yang merupakan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang sering mengorek sampah di depan rumahnya yang juga menjadi galerinya di D’wiga Regency A5 5 Malang.

“Dia orangnya hanya diam dan sesekali tersenyum pada saya, dia dulu tetangga saya dan pernah dipasung selama 7 tahun” ungkapnya. Kemudian saat itu ia merasa iba dan mencoba mengajaknya bicara dan mengajarkan untuk membantu produksi. Ternyata setelah diajari ia bisa.

Dan mulai saat itu menjadi bagian dari Maharani Embroidery selama sekitar 5 tahun. Hingga akhirnya meninggal dunia. “Dia orang yang rajin, meskipun tidak banyak bicara,” kenangnya. (dur/jprm2)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#UMKM #Karyawan #ODGJ