MALANG KOTA - Mega Gathering Rasa Sahabat digelar di Hotel Tidar kemarin (14/9).
Acara tersebut merupakan kolaborasi antara PT Sasa Inti, PT Tumbakmas Niagasakti, Masuya, Meg, dan Balai Pusat Latihan Perhotelan (BPLP) Brawijaya.
Direktur BPLP Brawijaya Malang Mira Suhartanti menjelaskan, kali ini lembaganya berkolaborasi dengan PT Sasa Inti.
BPLP Brawijaya Malnag berupaya menjadi balai pusat pelatihan perhotelan yang berkomitmen menambah wawasan di bidang perhotelan dan pariwisata
"Tujuannya untuk berbagi wawasan dalam hal food service dengan menggunakan aneka produk SASA," ungkapnya.
Gathering dihadiri sekitar 80 peserta yang merupakan chef dan juga pemilik UMKM.
Acara tersebut diisi dengan demo masak oleh Corporate Chef Sasa Inti Chef Rendy Kong.
Food Service Business Manager Sasa Herman Laisman menyebutkan demo masak tersebut berisi mengenai kreasi-kreasi masakan yang berbahan dasar bumbu dari produk Sasa, seperti bumbu jadi, santan dan keju.
"Biasanya orang-orang saat beli bumbu nasi goreng misalnya, sampai rumah akan digunakan memasak nasi goreng," tuturnya.
Padahal, Sasa dapat dikreasikan menjadi menu lainnya.
Seperti yang diajarkan kemarin adalah menggunakan bumbu ayam kalasan sebagai bumbu untuk memasak sate maranggi.
Rasa yang dihadirkanpun tak kalah enak.
Dengan begitu ia berharap dari pertemuan tersebut bisa muncul kreasi resep baru dan memberikan inspirasi usaha bagi para chef dan UMKM.
Gathering tersebut, kata Herman merupakan proses awal yang menjadi perkenalan PT Sasa Inti dengan pengusaha di Malang.
"Kota Malang memiliki potensi besar dalam usaha kulinernya," ungkap Herman.
Hal tersebut didukung dengan pariwisata di Kota Malang yang semakin meluas.
Untuk itu Sasa mendukung penuh para pelaku usaha kuliner di Malang dengan pelatihan tersebut.
"Kegiatan ini kami lakukan untuk mendukung para pelaku usaha kuliner di Malang, mulai dari pelaku UMKM, perhotelan dan juga catering," tambah Herman. (dur/jprm3)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana