BI KPw Malang Catat 2,6 Juta Transaksi hingga Triwulan III
MALANG KOTA - Pembayaran menggunakan Quick Response Code Indonesia Standard (QRIS) di Kota Malang semakin meningkat. Hingga akhir triwulan ketiga, volume transaksi menggunakan pembayaran nontunai tersebut mencapai 2,6 juta.
Jumlah tersebut masih bisa bertambah hingga pekan depan. Sebab, libur Natal dan tahun baru (Nataru) di Kota Malang tahun ini jadi momen masyarakat melakukan wisata. Tentu saja transaksi di toko oleh-oleh hingga tempat wisata lain akan terdongkrak.
Dengan data tersebut, BI Kantor Perwakilan (KPw) Malang menyebut minat masyarakat memakai QRIS semakin diminati.
”Dari sisi volume transaksi terjadi kenaikan sebesar 5,72 persen dari bulan sebelumnya, sementara dari sisi nominal terjadi peningkatan sebesar 0,66 persen,” beber Deputi Kepala Perwakilan BI KPw Malang Dedy Prasetyo.
Peningkatan tersebut, kata Dedy, menunjukkan meningkatnya awareness dan literasi masyarakat mengenai pembayaran digital. Hingga triwulan II atau akhir Juni lalu pihaknya mencatat jumlah merchant QRIS yang ada di Malang Raya sebanyak 531.621 pelaku usaha. Jumlah itu meningkat 60 persen dibandingkan jumlah merchant pada 2022 yakni sebanyak 322.430 pelaku usaha.
UMKM masih menjadi masih menjadi merchant yang mendominasi pembayaran nontunai. Sektor tersebut menyumbang hingga 89,62 persen. Ketersedian merchant untuk berbagai transaksi tersebut tentu saja kemudahan masyarakat.
Sehingga mereka memiliki alternatif pembayaran lain yang lebih praktis dan mudah. Selain merchant, kata Dedy, alternatif pembayaran nontunai juga disediakan oleh pemerintah daerah. Khususnya untuk pembayaran pajak dan retribusi.
”Sehingga kini masyarakat dapat dengan mudah melakukan pembayaran pajak dan retribusi menggunakan QRIS,” imbuhnya.
Sementara untuk nominal transaksi, pihaknya menata sebanyak Rp 153 miliar hingga Juli 2023 yanng mana 89,49 persen merupakan transaksi oleh UMKM. percepatan pertumbuhan penggunaan pembayaran non tunai tersebut juga didukung oleh sosialisasi yang terus digencarkan oleh BI Malang selama ini di wilayah kerja yang berada di 7 kabupaten dan kota. (dur/adn)
Editor : Aditya Novrian