MALANG KOTA - Mal atau pusat perbelanjaan di Kota Malang masih menjadi jujukan masyarakat untuk berbelanja atau mengisi liburan.
Indikasinya, pengunjung di sejumlah mal selalu penuh.
Tenant-tenant baru juga bermunculan.
Mal Olympic Garden (MOG) misalnya, setiap hari selalu penuh pengunjung.
Ramainya pengunjung tersebut dianggap bahwa perekonomian sudah pulih seperti saat sebelum pandemic Leasing Executive MOG Munadji mengatakan, keterisian tenant hampir menyentuh 100 persen.
“Hanya sisa sekitar 3 tenant saja,” tuturnya.
Dia menyebutkan, awal tahun ini banyak tenant-tenant baru.
Kebanyakan tenant fashion, kecantikan, dan hingga kuliner.
Hal itu membuat Munadji optimistis bahwa perekonomian di Kota Malang akan terus membaik.
Ekosistem pengusaha juga menunjukkan tren positif.
Terpisah, Ketua Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Malang Suwanto menyebutkan, pada 2024 ini okupansi tenant mal secara keseluruhan cenderung stabil.
“Okupansinya rata-rata 70 persen sampai 80 persen,” kata dia.
Bahkan, ia menyebutkan, beberapa mal sudah di angka 90 persen keterpenuhan tenant.
”Para pengusaha optimistis angka tersebut akan semakin meningkat setelah selesai gelaran Pilpres 2024,” kata dia.
Berdasarkan data APPBI Malang, ada sembilan mal di Kota Malang dan Kota Batu. Sementara tahun ini belum ada mal baru.
”Karena jumlah mal yang ada sudah cukup,” katanya.
”Keberadaan mal bukan hanya dihitung dari okupansi saja, tetapi dari populasi penduduk, kotanya, hingga pendapatan per kapita,” tambahnya. (dur/dan)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana