Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Geber Pangan Murah di Kota Malang, Pj Wali Kota : Beras SPHP Bulog Rp 51 Ribu per 5 Kilogram

Yudistira Satya Wira Wicaksana • Selasa, 19 Maret 2024 | 22:22 WIB
Pj Wali Kota Malang Wahyu Hidayat (kanan) berbincang dengan Eko Sya Kepala Disperindag di antara tumpukan beras Bulog dalam ruangan Warung Tekan Inflasi Pasar Besar
Pj Wali Kota Malang Wahyu Hidayat (kanan) berbincang dengan Eko Sya Kepala Disperindag di antara tumpukan beras Bulog dalam ruangan Warung Tekan Inflasi Pasar Besar

MALANG - Penjabat (Pj) Walikota Malang, Dr. Ir. Wahyu Hidayat, M.M bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Malang melakukan pemantauan harga bahan pokok di sejumlah titik.

Di antaranya Pasar Besar, Pasar Dinoyo, Gerakan Pangan Murah di Kelurahan Tlogomas, supermarket di pusat perbelanjaan, toko emas, dan Pertamina Fuel Terminal Malang.

Menurut Wahyu, pemantauan ini guna menjaga stabilitas harga dan terkendalinya inflasi di Kota Malang, terlebih saat ini tengah memasuki bulan Ramadhan.

Mulai dari Pasar Besar, Wahyu melihat Warung Tekan Inflasi beroperasi dan menyediakan beras SPHP.

Kemudian, dia mendatangi Pasar Dinoyo untuk meninjau Warung Tekan Inflasi juga.

Tak lupa, Wahyu masuk ke beberapa pasar tradisional.

Dia menemukan adanya kenaikan harga daging ayam.

"Yang satu kilo tadi 39 ribu, dua hari lalu masih 30rb. Saya tanya kenapa ini karena stok. Telur juga satu kilo ada yang 30 ribu hingga 31 ribu per kilo," terang Wahyu saat ditemui usai melakukan pemantauan harga bahan pokok, Selasa (19/3).

Komoditi yang lain seperti beras stabil karena ada Warung Tekan Inflasi.

Lainnya, seperti gula termasuk juga bawang putih stabil.

Wahyu pun sempat menanyakan harga komoditi lain seperti cabai dan ternyata harganya stabil.

Merespon kenaikan harga sejumlah komoditi Wahyu menerapkan langkah strategis melalui Gerakan Pangan Murah, salah satunya yang diselenggarakan di Kelurahan Tlogomas.

Ia menyebut berbagai komoditas dijual dengan harga lebih murah dari harga di pasar.

Photo
Photo

"Telor dijual 29 ribu per kilo, ayam yang perlu kita sosialisasi, ayam segar kalau dipasar tradisional 39 ribu, tapi di Gerakan Pangan Murah harga jualnya hanya 31 ribu. Beras SPHP kita jual 51 ribu, minyak goreng lebih murah juga," beber Wahyu.

Tidak hanya itu, menanggapi tingginya harga daging ayam segar dan telur Wahyu menyebut akan melakukan sejumlah langkah.

"Kita juga akan kendalikan, kita cari di daerah lain. Fungsi kerja sama antar daerah itu melihat terkait dengan berapa harga telur di daerah lain. Nanti kita beli dan kita jual di Warung Tekan Inflasi untuk mengimbangi. Di Gerakan Pangan Murah juga jauh perbedaan harganya," ucap Wahyu.

Terkait bahan bakar, Wahyu juga menyuebut bahwa ketersediaan BBM dan di Kota Malang mencukupi untuk kebutuhan masyarakat.

Hal ini ia ungkapkan saat meninjau ke Pertamina Fuel Terminal Malang.

Akan tetapi ia juga meminta jajaran TPID untuk tetap berkoordinasi dengan pihak Pertamina Fuel Terminal Malang.

Karena diprediksi permintaan BBM mendekati Hari Raya Idul Fitri nanti akan mengalami kenaikan sebesar 9 persen.

Mengantisipasi terkait peningkatan volume kendaraan saat lebaran; karena memang di hari raya ini ada cuti bersama panjang dan Kota Malang menjadi salah satu tujuan wisata.

"Arus kendaraan tidak hanya tujuan mudik tapi juga wisata. Maka antisipasi kenaikan volume kendaraan kita koordinasikan untuk menghindari kelangkaan BBM," pungkas Wahyu. (jprm1/fin)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#gerakan pangan murah #pj wali kota malang #Warung Tekan Inflasi