MALANG - Penipuan bermodus kripto masih menjadi isu hangat generasi Z.
Resna Raniadi, COO UPbit, tak menampik bahwa banyak kasus penipuan berkedok proyek kripto atau bursa atau exchange kripto.
Dia berharap dengan meningkatnya pemahaman masyarakat, dapat mengurangi praktik penipuan tersebut.
Maka, dia menegaskan pentingnya Bulan Literasi Kripto.
Menurutnya, perlu ada peningkatan frekuensi acara maupun publikasi informasi yang memberikan edukasi kepada masyarakat tentang blockchain dan kripto.
Hal ini penting mengingat adanya banyak kasus penipuan yang menggunakan nama bursa atau proyek kripto sebagai kedok.
Di Malang, animo anak muda untuk mengetahui soal kripto dan blockchain sangat tinggi.
Dengan informasi yang benar dan edukasi yang cukup, Resna berharap literasi kripto semakin tinggi.
"Malang luar biasa, animonya melebihi ekspektasi kami. Malang menjadi prioritas kami untuk terus melakukan kegiatan agar semakin banyak yang teredukasi dan menjadi investor yang bijak, serta makin banyak proyek yang tumbuh," ujar Resna, Minggu (12/5) di salah satu kafe Pandanlandung, Dau Malang.
Dengan antusiasme yang tinggi dari anak muda, kegiatan literasi kripto di Malang menjadi momentum penting dalam meningkatkan pemahaman dan kesadaran akan teknologi blockchain serta investasi kripto di kalangan masyarakat.
Pada Minggu sore (12/5), menjelang senja, ratusan orang memang berkumpul di salah satu kafe di daerah Pandang Landung, Kecamatan Dau, untuk membahas tentang kripto.
Acara yang diselenggarakan dalam rangka Bulan Literasi Kripto tersebut menarik perhatian tidak hanya dari warga Malang, tetapi juga dari kota-kota sekitarnya seperti Surabaya dan Yogyakarta.
Bulan Literasi Kripto telah menjadi inisiatif pemerintah, khususnya Kementerian Perdagangan, bersama komunitas blockchain sejak tahun lalu.
Bulan Mei ditetapkan sebagai bulan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang kripto dan blockchain.
Malang dipilih sebagai salah satu kota tujuan karena tingginya minat warganya terhadap aset kripto dan teknologi blockchain.
Acara diawali dengan diskusi yang dihadiri oleh tiga narasumber utama.
Trinova, pendiri Explore Criptopedia, memulai diskusi dengan memberikan kuis kepada peserta.
Pukul 16:50, ketiga narasumber utama dipanggil ke panggung.
Mereka adalah Javier Tan, sesama pendiri dan CEO Creo Engine; Lawrence S, CEO Nobi; dan Angga Andinata, seorang influencer.
Javier Tan, yang fokus pada pengembangan proyek game di blockchain, memberikan wawasan baru kepada para peserta dengan konsep "main game dapat cuan".
Menurutnya, tidak hanya bisa menyenangkan, bermain game juga bisa menghasilkan uang hingga Rp 300.000 hingga Rp 500.000 per minggu.
Dia menekankan pentingnya produktivitas bagi anak muda sejak dini.(*/mon)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana