MALANG KOTA – Investasi di sektor perumahan makin menjanjikan di Malang Raya.
Selain rumah kos yang digandrungi di Kota Malang, rumah villa juga jadi incaran investor, terutama yang berlokasi di Kota Batu.
Jika disewakan kepada wisatawan, modal untuk membeli rumah villa itu bisa kembali dalam waktu empat hingga lima tahun.
Marketing Parama Land Alfin Hermawan menyebutkan, pihaknya mengembangkan rumah villa sejak 2016.
Hingga kini sudah lebih dari 80 unit yang terbangun.
Harga satu unit rumah villa yang berlokasi di Oro-Oro Ombo, Kota Batu, mulai dari Rp 900 juta dengan luas tanah 60 meter persegi.
Yang termahal Rp 2,4 miliar dengan luas tanah 185 meter persegi.
”Itu sudah full furnished dan elektronik. Ada juga kolam renang lantai 3 rooftop,” terangnya.
Dengan segala kelengkapan itu, user atau pembeli tinggal menempati.
Atau menikmati hasilnya ketika disewakan.
Biasanya pihak pengembang juga menawarkan tim manajemen untuk menjalankan bisnis sewa.
Mulai dari promosi mencarikan penyewa sampai maintenance.
”Laundry gorden hingga sprei juga ditangani pihak manajemen. Biasanya, kesepakatan bagi hasilnya 70 persen pemilik dan 30 persen manajemen,” kata Alfin.
Pengembang lain, yakni Prima Land, juga melakukan hal yang sama.
Tim Marketing Prima Land Risa menyebutkan, hanya butuh waktu sekitar 4 hingga 5 tahun untuk mengembalikan modal pembelian villa jika disewakan.
”Ini dengan estimasi okupansi 60 persen setiap bulan,” kata dia.
Rumah villa dengan harga Rp 1,5 miliar dapat disewakan Rp 1,5 juta per hari untuk weekday.
Sementara pada weekend, tarifnya bisa lebih mahal.
Jika dalam waktu sebulan bisa terisi 18 hari, maka dalam satu tahun bisa mendapatkan Rp 324 juta.
”Dalam waktu lima tahun bisa mencapai angka Rp 1,6 miliar. Belum terhitung saat libur panjang dan lain-lain,” imbuhnya.
Menurut Risa, pemandangan pegunungan dan city light Kota Batu pada malam hari menjadi nilai utama penjualan rumah villa.
Kebanyakan investor rumah villa berasal dari luar Kota Malang.
“Melihat banyaknya peminat, rencananya kita akan melakukan perluasan lahan lagi untuk rumah villa,” tutupnya. (dur/fat)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana