Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Apple Buka Gerai Resmi di Malaysia, Mengapa Belum Buka di Indonesia?

Aditya Novrian • Kamis, 6 Juni 2024 | 04:00 WIB

Logo Apple (ist)
Logo Apple (ist)

RADAR MALANG – Baru-baru ini, Apple mengumumkan untuk membuka toko fisik di Malaysia pada 22 Juni 2024. Pembukaan Apple Store di Malaysia bertujuan untuk memperluas ekspansi ke Asia Tenggara.

Di Asia Tenggara, sejauh ini terdapat dua negara yang memiliki Apple Store yaitu Singapura (Apple Orchard Road dan Apple Marina Bay Sands) dan Thailand (Apple Iconsiam dan Apple Central World).

Sebentar lagi, Malaysia juga memiliki Apple Store pertama di Kuala Lumpur yaitu Apple TRX. Namun, banyak masyarakat yang bertanya-tanya, mengapa Apple belum membuka toko fisik di Indonesia?

Baca Juga: Cerita di Balik Logo Apel Tergigit Milik Apple

Meski jumlah pengguna iPhone di Indonesia tergolong banyak, ini beberapa kemungkinan alasan yang membuat Apple belum membuka toko fisik di Indonesia:

  1. Birokrasi

Proses perizinan dan regulasi dalam berbisnis untuk perusahaan asing di Indonesia tergolong cukup sulit.

Terdapat banyak ketentuan bahkan permintaan pemerintah agar perusahaan asing dapat berbisnis di Indonesia.

Berbeda dengan Malaysia, peringkat kemudahan berbisnis justru lebih tinggi.

Tingkat kemudahan berbisnis yang tinggi tentu menarik perhatian Apple untuk membuka toko fisik di Malaysia daripada di Indonesia.

  1. Infrastruktur

Tidak semua infrastruktur di Indonesia sudah memadai.

Umumnya, masih ada perkotaan besar di Indonesia yang terdapat kekurangan infrastruktur.

Infrastruktur yang dimaksud ialah telekomunikasi, listrik yang stabil, dan jaringan transportasi.

Berbeda dengan Malaysia, infrastruktur di kota-kota besar sudah jauh lebih baik sehingga penting untuk menunjang operasional Apple Store.

  1. Stabilitas politik dan ekonomi

Beberapa waktu terakhir, stabilitas politik dan ekonomi Indonesia tergolong masih naik turun.

Hal tersebut dapat dilihat sejak penyelenggaraan Pilpres 2024 dan beberapa kebijakan ekonomi yang dikeluarkan pemerintah akhir-akhir ini.

Berbeda dengan Malaysia, stabilitas politik dan ekonomi cenderung lebih baik sehingga memberikan kepastian bagi perusahaan asing untuk berinvestasi jangka panjang.

  1. Daya beli

Walaupun jumlah pengguna iPhone di Indonesia sangat banyak, potensi pasar dengan daya beli tinggi masih belum menjanjikan.

Pertumbuhan kelas menengah di Indonesia juga masih belum pesat.

Berbeda dengan Malaysia, potensi pasar dengan daya beli tinggi sudah menjanjikan dan pertumbuhan kelas menegah sudah signifikan.

Itulah beberapa kemungkinan alasan yang membuat Apple belum membuka toko fisik di Indonesia.

Meski belum membuka toko fisik di Indonesia, produk Apple tetap bisa dinikmati melalui jaringan distributor resmi seperti iBox, Digimap, dan lain-lain. (Muhammad Nadhif Firdausi)

 

Editor : Aditya Novrian
#bisnis #apple