MALANG KOTA - Kunjungan wisatawan ke Kampoeng Heritage Kajoetangan meningkat signifikan.
Saat libur panjang, kunjungan bisa mencapai 26.000 wisatawan dalam satu bulan.
Hal tersebut turut mendorong perekonomian masyarakat di dalamnya.
Salah satunya pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang tumbuh pesat.
Pada tahun ini tercatat sebanyak 250 UMKM di sana.
Meningkat signifikan ketimbang tahun sebelumnya yang hanya sebanyak 50 UMKM.
Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kampoeng Heritage Kajoetangan Kota Malang Mila Kurniasari menyebutkan hampir seluruh UMKM tersebut merupakan sektor makanan dan minuman.
”Kebanyakan take away, kalau untuk yang bisa makan di tempat sekitar 25 UMKM,” tuturnya.
Sebanyak 25 UMKM tersebut merupakan kafe-kafe dengan konsep heritage yang juga menjadi salah satu daya tarik pengunjung.
Namun, kata Mila, untuk membuka kafe juga tetap harus memperhatikan beberapa hal.
Mulai dari kebersihan hingga peraturan penataan kursi dan meja.
”Jangan sampai ke jalan, dan mengganggu pengunjung lainnya,” ungkapnnya.
Namun sejauh ini para pelaku UMKM kooperatif.
Terutama masalah sampah dengan menyediakan tempat sampah yang memadai di kawasan sekitar tempat usaha.
Ia menyebutkan yang terbaru yakni kafe yang berada di dekat spot bunga bugenvil.
”Saat ini itu yang sedang ramai,” kata dia.
Dengan adanya UMKM-UMKM tersebut menjadi daya tarik pengunjung untuk masuk ke kampung.
Serta tidak hanya di kawasan koridor saja.
”Namun tetap kami batasi sampai jam 22.30 WIB, agar tidak mengganggu ketenangan warga,” imbuhnya. (dur/adn)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana