MALANG KOTA - Transaksi secara nontunai makin digemari masyarakat.
Khususnya pembayaran via Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS).
Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan (KPw) Malang mencatat transaksi via QRIS melesat hingga 352 persen hingga pertengahan 2024.
Jika dinominalkan, transaksi dengan cara memindai kode QR itu menembus Rp 662 miliar.
Kepala BI KPw Malang Febrina mengatakan, transaksi via QRIS masih didominasi sektor UMKM.
Sementara wilayah transaksi tertinggi berada di Kota Malang.
”UMKM mendominasi transaksi sebesar 79,63 persen,” jelas Febrina.
Pembayaran nontunai tersebut dianggap lebih mudah karena tidak perlu menyiapkan uang fisik.
Selain itu, kesadaran digitalisasi masyarakat juga semakin meningkat terutama dalam sektor keuangan.
Sementara pengguna baru QRIS, kata Febrina, juga mengalami peningkatan.
Ada sebanyak 192.172 pengguna baru di Jawa Timur.
Febrina memprediksi pengguna QRIS bakal semakin tumbuh.
Sebab, jumlah merchant atau pedagang yang memakai QRIS juga ikut meningkat.
Hingga pertengahan tahun ini saja jumlah merchant QRIS mencapai 664.364.
Naik 27,29 persen secara tahunan.
”Untuk volume transaksi saja bisa mencapai 25 ribu,” beber Febrina.
Kota dan Kabupaten Malang menjadi penyumbang merchant terbanyak dengan lebih dari 58 persen.
Baca Juga: Transaksi di Restoran di Kota Malang Tumbuh 17 Persen
Total ada 451.815 merchant yang tersebar di dua wilayah tersebut.
Febrina berharap semakin bertambahnya transaksi QRIS ikut mendongkrak target secara nasional.
Saat ini volume transaksi QRIS secara nasional sudah menembus 2,5 miliar.
Di samping itu, BI juga mendorong pemerintah daerah (pemda) ikut mewadahi masyarakat dalam transaksi secara nontunai. (dur/adn)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana