Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Dikenal sebagai Kafe Seribu Bintang, Begini Serunya Ngopi di Ko Boy Betek Kota Malang

Mahmudan • Sabtu, 24 Agustus 2024 | 04:55 WIB

BERNUANSA ALAM: Pengunjung kafe Ko.Boy di Jalan Mayjen Panjaitan, Penanggungan, Kota Malang menikmati menu sambil bersantai di hamparan rumput sintetis
BERNUANSA ALAM: Pengunjung kafe Ko.Boy di Jalan Mayjen Panjaitan, Penanggungan, Kota Malang menikmati menu sambil bersantai di hamparan rumput sintetis

 


Kafe Ko. Boy di Jalan Mayjen Panjaitan, Penanggungan, Kota Malang ini bisa menjadi lokasi yang pas untuk ngopi sambil menghilangkan penat. Kafe favorit kawula muda di Bumi Arema itu biasa dijuluki kafe ”seribu bintang”.

 

HAMPARAN rumput sintetis menyambut setiap pengunjung kafe Ko.Boy. Beberapa remaja duduk menyandar di kursi bantal (Bean bag). Suasana terasa santai, namun tetap elegan.
Bagi pengunjung yang menyukai suasana formal bisa memilih tempat di gedung utama. Ada kursi dan meja standar di lantai satu dan dua. Juga terpajang etalase kue-kue yang dapat menggugah selera. ”Kafe kami dikenal orang dengan seribu bintang,” terang Owner Ko.Boy Kafe Malang Natasha sambil mendampingi Jawa Pos Radar Malang menikmati kesejukan suasana kafe.
Ya, hamparan rumput dengan meja lesehan itu memang dikonsep sebagai tempat bersantai terbuka. Dengan langit menjadi atapnya. Tak heran jika ada ratusan bola lampu kuning di atasnya.
Ketika malam tiba, bohlam-bohlam itu akan dihidupkan dan membuat sensasi memandang langit malam dengan banyak bintang. Bila langit cerah, pengunjung akan disuguhi pemandangan langit bertabur bintang. Itulah kenapa Ko.Boy kerap disebut sebagai kafe seribu bintang.
Awalnya, nama kafe Ko.Boy bukan dari Kota Malang. Melainkan dari Kepanjen, Kabupaten Malang. Gerainya pertama kali dibuka di Jalan Ahmad Yani, Desa Ardirejo, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang. Buka pertama pada Juni 2020 lalu. Dengan masih mengusung konsep tempat santai terbuka. Setahun berikutnya outlet kedua dibuka di Jalan Mayjen Panjaitan, Kota Malang. Tepatnya bersebelahan dengan ’Kandang Singa’ kantor Arema FC.
Konsep kafe yang diterapkan terinspirasi dari restoran La Plancha di Bali. ”Kita merasanya nyaman di sana. Ngafe dan menikmati live music sambil duduk di Bean Bag sambil angin semilir-semilir. Seketika teringat di Malang belum ada yang menerapkan,” sebut Natasha.
Akhirnya tahun 2020 gaya itu dieksekusi di Kepanjen. Kombinasi antara konsep yang tergolong baru kala itu dengan animo masyarakat di kawasan tersebut membuat Ko.Boy selalu ramai dikunjungi. Terlebih, lokasinya strategis dan dekat kampus. Maka tak heran mayoritas kaum ngafe di sana adalah mahasiswa.
”Mereka (mahasiswa) yang menjuluki kami kafe seribu bintang. Memang ramainya mulai pukul 19.00 sampai tutup 00.00,” kata Natasha.
Tak hanya mahasiswa, Ko.Boy juga dikenal sebagai family friendly cafe. Terbukti dengan banyak anak berlarian dengan leluasa di area terbuka.
Dari segi fasilitas, area parkir juga tergolong luas karena ditunjang dengan basement. Mampu memuat sekitar 30 mobil dan lebih dari 50 sepeda motor. Area duduk di luar memiliki kapasitas maksimal 200 orang. Tersedia pula work space di lantai dua dengan kapasitas 12 orang. Ada juga VIP Room. ”Tentu saja kalau ada acara-acara itu orang lebih suka di luar,” imbuh dia.
Untuk reservasi minim order Rp 30 ribu per orang, dan untuk VIP room minim order Rp 300 ribu per nota. Apakah nongkrong di sana tergolong mahal? Harganya sangat terjangkau. Minuman seperti kopi, teh, dan aneka olahan susu dibanderol antara Rp 10 sampai 30 ribu. ”Spanish Latte yang ice dan White Russian adalah menu kopi favorit di sini,” sebut Natasha.
Ada juga makanan berat. Misalnya rice bowl, nasi goreng, dan beragam mie dihargai Rp 20 ribu sampai Rp 25,4 ribu per porsi. Kudapan seperti dimsum, kue-kue, dan es krim juga tersedia. (biy/dan)

Editor : Mahmudan
#Kafe Bintang #Radar Malang Award #Betek #Kota Malang #Koboy