MALANG KOTA - Jumlah eks pedagang Malang Plaza yang berjualan di Mal Sarinah terus berkurang.
Hingga kemarin, tinggal 30 pedagang yang masih bertahan.
Berbeda jika dibanding tiga bulan lalu ketika jumlahnya masih mencapai 77 pedagang.
Koordinator Tenant Mal Sarinah Edi Purwanto mengatakan, hampir tidak ada pedagang yang pindah selama tiga bulan terakhir.
”Karena sebagian sudah mulai merasa nyaman,” ungkapnya.
Sebelumnya, sebanyak 47 pedagang memilih keluar dari Mal Sarinah untuk pindah atau pun ganti pekerjaan.
Kebanyakan mereka berpindah jualan di Gajah Mada Plaza atau Mal Dinoyo.
Baca Juga: Dewan Kembali Panggil Malang Plaza
Karena awal menempati Sarinah, penjualan dirasa masih sepi.
Sementara itu, terkait ganti rugi dari pihak Malang Plaza juga belum diterima.
Ia menyebut pihaknya tidak mampu membayar biaya pengajuan dan biaya menyewa pengacara. Sehingga berkas tuntutan ganti rugi pun mandek.
”Banyak yang gak sanggup bayar senilai Rp 400 ribu, khususnya yang UMKM, maka mandek perkaranya,” tuturnya.
Neni, salah satu pedagang yang bertahan di sana mengungkapkan alasannya.
Dia beralasan penjualan gadget sudah mulai stabil.
Jika pindah tempat, maka risiko kehilangan pelanggan jadi semakin besar.
Belum lagi biaya sewa tempat kemungkinan akan lebih mahal.
”Dulu waktu awal buka, bahkan banyak yang gak tahu Sarinah itu di mana,” tuturnya.
Saat ini omzetnya sudah mengalami peningkatan 10 hingga 20 persen dibandingkan dengan saat awal menempati tenant tersebut.
Namun apabila dibandingkan dengan saat di Malang Plaza, masih belum dapat menyamai.
Junaidi, pedagang lain juga mengaku hal yang sama. Jika dulu saat awal buka penjualannya hanya 25 gadget per bulan.
Baca Juga: Tenant Gadget di Mal Sarinah Tinggal Setengah, 35 Eks Pedagang Malang Plaza Masih Bertahan
Saat ini bisa sampai 35 gadget.
”Lumayan meskipun masih jauh dibanding waktu di Malang Plaza,” tuturnya.
Namun, penjualan paling sering melalui cash on delivery (COD) di luar Mal.
Karena menurutnya pembeli akan berpikir ulang untuk masuk ke dalam. (dur/adn)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana