MALANG KOTA – Jumlah pelaku UMKM di Kota Malang terus tumbuh.
Hingga pertengahan Agustus, jumlahnya sudah mencapai 3.200 unit.
Namun belum semuanya dikenal oleh masyarakat. Melihat masalah itu, Pemkot Malang menggagas satu kelurahan satu UMKM.
Mulai Kamis (29/8), gagasan satu kelurahan, satu griya UMKM diawali di Kantor Kelurahan Klojen, Kecamatan Klojen.
Baca Juga: Perkuat Jaringan UMKM, BSI Gandeng Komunitas Pengusaha TDA Luncurkan Kartu Co-Branding
Menurut Lurah Klojen Butet, griya UMKM itu dimulai dengan membentuk paguyuban pada 24 Juli lalu.
”Dalam pendataan kami sebenarnya ada 198 UMKM di lingkungan Kelurahan Klojen. Namun, setelah kami cek ada 10 UMKM yang siap bergabung,” jelasnya.
Produk UMKM yang ada dalam griya UMKM beragam.
Mulai dari makanan hingga minuman.
Misalnya saja, peyek, kripik pisang, beras kencur, sinom, salad, dan makanan basah lainnya.
Harganya juga relatif murah. Berkisar antara Rp 10 ribu.
Baca Juga: Kemeriahan Festival Kampung Budoyo Ketawanggede Malang: Junjung UMKM Masyarakat Sekitar
Sementara itu Camat Klojen Willstar Taripar Hatoguan menjelaskan, keberadaan griya UMKM di Kelurahan Klojen bisa menjadi pionir bagi kelurahan-kelurahan lain.
”Di Kecamatan Klojen, ada 10 kelurahan lagi yang nantinya akan kami duplikasi agar memiliki griya UMKM juga,” ucap dia.
Kepala Diskopindag Kota Malang Eko Sri Yuliadi turut mengapresiasi keberadaan griya UMKM. Ini merupakan hal positif.
”Dengan keberadaan griya UMKM bisa membantu pemasaran produk UMKM. Saya berharap agar seluruh kelurahan bisa memfasilitasi pelaku UMKM agar lebih maksimal,” tegasnya. (mel/adn)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana