MALANG - Puluhan pelaku UMKM Malang berlatih literasi keuangan dan pengetahuan ekspor bersama Kelas Pintar Bersama.
Senin (2/9), kelas yang diadakan Kredit Pintar diadakan di Lakon Rakyat Kitchen & Coffee, berlokasi di Jalan Guntur No. 23, Kota Malang, Jawa Timur.
Sumhaji, seorang praktisi ekspor dari Fasil PPEI, diundang sebagai pembicara untuk memberikan pengetahuan kepada pelaku UMKM di Malang tentang strategi yang berhubungan dengan bisnis ekspor.
“Bagaimana menentukan produk yang layak untuk diekspor? Faktor-faktor yang perlu diperhatikan meliputi spesifikasi produk, nama produk, kapasitas pasokan, kualitas produk (seperti grade dan bahan baku), kemasan, waktu pengiriman, kode HS, keunggulan serta kualitas produk, hingga harga yang kompetitif," katanya.
Para peserta yang menghadiri Kelas Pintar Bersama ini menunjukkan antusiasme yang tinggi.
Mereka memperoleh pengetahuan tambahan terkait bisnis ekspor yang disampaikan secara jelas oleh narasumber berpengalaman dan bersertifikat seperti Sumhaji.
Selain itu, mereka juga mendapatkan edukasi dan literasi keuangan.
Puji Sukaryadi, Brand Manager Kredit Pintar memahami pentingnya literasi keuangan yang harus terus disosialisasikan kepada pelaku usaha, baik yang baru memulai maupun yang ingin meningkatkan skala usaha mereka.
"Seperti di Kelas Pintar Bersama, inisiatif dari Kredit Pintar, di mana kita bisa belajar bersama-sama. Belajar untuk lebih cerdas dalam mengelola keuangan, mengetahui mana pinjaman yang benar-benar bermanfaat bagi usaha dan mana yang ilegal. Serta memahami risiko dan manfaat dari fintech lending agar tidak mudah terjebak dalam penipuan atau pinjaman yang tidak sesuai kemampuan,” jelas Puji mengenai tujuan dari Kelas Pintar Bersama ini.
Dia berharap dengan terselenggaranya Kelas Pintar Bersama ini, para peserta bisa mendapatkan banyak manfaat.
Sehinga, berkontribusi pada peningkatan literasi keuangan dan potensi UMKM.
Serta menciptakan lingkungan yang sehat untuk industri fintech lending di Indonesia.
Platform fintech lending Kredit Pintar, yang memiliki lisensi dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), selama periode Januari hingga Agustus 2024 telah menyalurkan pinjaman sebesar Rp 5,7 triliun.
Dengan peningkatan angka tersebut, Kredit Pintar tidak hanya berfokus pada penyaluran pinjaman, tetapi juga berupaya mengedukasi pelaku UMKM melalui kegiatan literasi keuangan.
Tujuan ini adalah agar UMKM dapat mengembangkan usahanya dan mendapatkan pemahaman lebih mendalam tentang keuangan.
Salah satunya melalui acara literasi keuangan kali ini, yang ditujukan kepada UMKM di Malang, Jawa Timur.
Mengenai literasi keuangan di Indonesia, OJK baru-baru ini mengeluarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) untuk mengukur indeks literasi dan inklusi keuangan penduduk Indonesia sebagai dasar bagi program peningkatan literasi dan inklusi keuangan ke depannya.
SNLIK tahun 2024 menggunakan parameter literasi keuangan yang mencakup pengetahuan, keterampilan, keyakinan, sikap, dan perilaku, sedangkan indeks inklusi keuangan menggunakan parameter penggunaan produk dan layanan keuangan.
Parameter ini sesuai dengan indikator yang digunakan dalam OECD/INFE International Survey of Financial Literacy.
Hasil SNLIK 2024 menunjukkan bahwa indeks literasi keuangan penduduk Indonesia mencapai 65,43 persen, sedangkan indeks inklusi keuangan sebesar 75,02 persen.
SNLIK 2024 menjadi faktor penting bagi OJK dan pemangku kepentingan lainnya dalam merumuskan kebijakan, strategi, serta merancang produk dan layanan keuangan yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan konsumen untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Sejalan dengan misi OJK dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan, Kredit Pintar terus berkomitmen untuk mendukung melalui Kelas Pintar Bersama yang telah dilaksanakan baik secara daring maupun luring selama 2022-2024 dan telah menjangkau lebih dari 1.850 peserta di 28 kota, termasuk mahasiswa, blogger, UMKM, hingga masyarakat umum," kata R. Ary Mulyono, Head of Risk Policy & Procedure Kredit Pintar.(fin)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana