MALANG KOTA - Tren penjualan rumah cukup baik pada tahun ini.
Itu dibuktikan dari pembiayaan pembelian rumah melalui Kredit Pemilikan Rumah (KPR) yang mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya.
Menurut data PT Bank Tabungan Negara (BTN) Kantor Cabang Malang, pembiayaan sektor perumahan melalui KPR meningkat lebih dari 100 persen secara year on year (yoy).
Nilainya lebih dari Rp 2,2 triliun.
Branch Manager BTN Kantor Cabang Malang Turmono menjelaskan, peningkatan yang signifikan tersebut merupakan dampak dari suntikan insentif pemerintah. Salah satunya melalui Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) 100 persen dan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).
Baca Juga: Banyak Dibutuhkan Masyarakat, Apersi Malang Minta Kuota KPR FLPP Ditambah
”Fasilitas PPN DTP itu meningkatkan daya beli masyarakat, karena harga rumah menjadi lebih terjangkau,” terangnya.
Dengan fasilitas tersebut, Turmono menyebut bila pengembang semakin mempercepat pembangunan unit-unit rumah di lapangan.
Itu sekaligus mempercepat penjualan. Tak hanya pembiayaan untuk pembelian rumah baru, pembelian rumah second atau renovasi juga banyak diminati masyarakat.
Turmono menambahkan, saat ini ada layanan pembiayaan baru yang dapat dimanfaatkan masyarakat. Yakni pembiayaan Manfaat Layanan Tambahan (MLT) BPJS Ketenagakerjaan, yang berfokus pada pembiayaan kepemilikan rumah bagi pekerja peserta BPJS Naker.
Baca Juga: Mau Beli Rumah dengan KPR Kilat BRI, Perhatikan Dulu 5 Hal Ini!
Terpisah, Bendahara Umum Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) Malang Siti Maimunah menyebut, penjualan rumah tahun ini memang lebih baik dibanding 2023.
Ada dua faktor yang memengaruhi penjualan rumah.
Yakni harga rumah dan suku bunga bank.
”Makanya banyak peminat KPR FLPP karena bunganya flat,” tuturnya. (dur/by)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana