Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Kenaikan Harga BBM Picu Inflasi Kota Malang

Bayu Mulya Putra • Kamis, 5 September 2024 | 00:30 WIB

BANDEROL NAIK: Sejumlah pengendara mengantre di SPBU Ciliwung, kemarin. Kenaikan harga Pertamax menyumbang angka inflasi bulan Agustus.
BANDEROL NAIK: Sejumlah pengendara mengantre di SPBU Ciliwung, kemarin. Kenaikan harga Pertamax menyumbang angka inflasi bulan Agustus.

MALANG KOTA - Sepanjang bulan Agustus, Kota Malang mengalami inflasi sebesar 0,04 persen secara month to month (MoM).

 Angka itu meningkat dibanding bulan sebelumnya, yang mengalami deflasi sebesar -0,01 persen.

Sementara secara year on year (yoy), inflasi tercatat di angka 1,88  persen dan 1,88 persen secara year to date.

Kenaikan harga BBM menjadi salah satu pendorong angka inflasi tersebut.

Baca Juga: Belanja Masalah, Pj Wali Kota Malang Iwan Kurniawan Fokus Tangkal Inflasi

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang Umar Sjarifudin menyebut, penyesuaian tarif Bahan Bakar Minyak (BBM) non-subsidi menjadi menyumbang angka inflasi di Kota Malang dengan andil 0,04 persen. 

”Agustus, BBM mengalami kenaikan (harga) dua kali, tanggal 1 dan 10,” tuturnya.

 Pada 10 Agustus, harga Pertamax 92 naik dari Rp 12.950 menjadi Rp 13.700 per liter. Selain BBM, inflasi Agustus juga dipengaruhi tahun ajaran baru.

Terutama untuk penyesuaian biaya pendidikan jenjang perguruan tinggi.

 Selain itu juga harga emas yang terus naik didorong penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar. 

Sementara itu, inflasi yang lebih tinggi tertahan oleh deflasi yang terjadi pada kelompok makanan, minuman dan tembakau dengan andil -0,19 persen.

Deflasi terjadi terutama pada komoditas bawang merah, daging ayam ras, daun bawang, jagung manis dan telur ayam ras masing-masing dengan andil -0,06 persen, -0,05 persen, -0,03 persen, -0,03 persen dan -0,03 persen. 

Baca Juga: Jago Kendalikan Inflasi, Bupati Malang Sanusi Terima Insentif Fiskal Rp 7,20 Miliar  

Sementara itu, Kepala Bank Indonesia (BI) Malang Febrina menyebut, tekanan inflasi di Kota Malang pada bulan Agustus tetap terjaga di angka sasaran.

Dia mengatakan bila itu tidak lepas dari koordinasi yang dilakukan oleh Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID).

”Sinergi kolaboratif yang diwujudkan di antaranya penandatanganan PKS dengan Pemkab Lumajang untuk komoditas cabai,” tuturnya.

Selain itu, pemantauan harga bahan pangan pokok juga terus dilakukan selama bulan Agustus. (dur/by)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#BBM #Kota Malang #Deflasi #inflasi