MALANG KOTA – Penjualan rumah komersil hingga pertengahan 2024 berada di tren positif.
Sejumlah pengembang di Malang Raya mencatat adanya peningkatan penjualan jenis rumah tersebut.
Rumah kos dan rumah villa menjadi yang paling banyak dicari.
Baca Juga: Pengembang Berlomba untuk Dapatkan Kuota Rumah Subsidi di Kota Malang
Tim Marketing Perumahan Podo Rukun Febriana mengatakan, ada beberapa alasan masyarakat memilih rumah kos dan villa.
Salah satunya adalah untuk investasi.
Dengan harga mulai Rp 400 juta, sebagian pembeli tertarik untuk memilikinya.
”Untuk rumah kos lebih banyak lagi penjualannya, khususnya di dekat kampus,” jelas Febri.
Bahkan untuk rumah kos yang berada di dekat Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dan Universitas Brawijaya (UB) sudah memasuki pembangunan tahap tiga.
”Kebanyakan memang orang luar Malang yang investasi,” imbuh Febri.
Jika dikalkulasi, penjualan rumah kos dan rumah villa setiap bulannya bisa mencapai lima unit.
Hal serupa juga diungkapkan oleh Tim Marketing Primaland Kafa.
Pihaknya menawarkan rumah kos di tiga lokasi.
Dua terletak di daerah Siguragura dan satu di daerah Soekarno Hatta.
Rumah yang dijual memiliki 817 kamar.
”Harganya mulai Rp 1 miliar hingga Rp 4 miliar,” tuturnya.
Dengan sistem manajemen perawatan dan sewa sudah ditangani sekaligus oleh pihak developer, pembeli tinggal menerima hasil setiap bulannya.
Baca Juga: Penambahan Kuota FLPP Disambut Antusias, Pengembang Rumah Subsidi Jatim Berharap Kepastian Segera
”Balik modalnya delapan sampai sembilan tahun,” kata Kava.
Estimasi pendapatan itu tergantung keleng kapan fasilitas yang disediakan.
Namun hampir semua rumah kos yang ditawarkan merupakan kos eksklusif dengan fasilitas yang sudah lengkap mulai tempat tidur hingga barang elektronik seperti TV dan AC.
Menurutnya, rumah kos akan terus dibutuhkan.
Itu melihat mahasiswa di beberapa universitas di Malang bertambah setiap tahunnya.
”Bahkan kalau diamati mahasiswa itu sampai cari kos di daerah Kabupaten,” ungkapnya. (dur/adn)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana