Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Tambahan Kuota FLPP di Malang Raya Tak Kunjung Cair

Aditya Novrian • Kamis, 19 September 2024 | 19:00 WIB

Infografik dampak jika tambahan kuota FLPP belum cair.
Infografik dampak jika tambahan kuota FLPP belum cair.

Pengembang Khawatir Pembangunan Rumah Subsidi Terhenti

MALANG KOTA - Sejumlah pengembang perumahan di Malang Raya tengah ketar-ketir.

Sebab, tambahan kuota rumah subsidi Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) hingga pertengahan September tak kunjung cair.

Padahal, pemerintah pusat menjanjikan pencairan mulai bulan ini.

Baca Juga: Penambahan Kuota FLPP Disambut Antusias, Pengembang Rumah Subsidi Jatim Berharap Kepastian Segera

Jika tak kunjung dicairkan, akan berdampak buruk untuk pengembang.

Khususnya pada cash flow pengembang.

Ketua Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Indonesia (Apersi) Malang Dony Ganatha tidak mengetahui secara pasti alasan kuota tambahan tersebut belum terealisasi.

”Tapi ini dampaknya luar biasa bagi pengembang ke depannya,” kata dia kemarin.

Saat diumumkan penambahan kuota mulai 1 September, kata Dony, pengembang langsung berlomba-lomba menyelesaikan pembangunan unit.

Otomatis cost atau biaya yang dikeluarkan sangat besar.

Namun apabila akad realisasi kredit tertunda, maka pemasukan pengembang juga tertunda.

Sehingga menjadi bebantanggungan operasional developer.

”Hal itu akan berdampak pada keberlanjutan usaha, karenakan modal harus terus berputar,” tutur Dony.

Di sisi lain, ada beberapa dampak lain jika kuota tambahan FLPP tak kunjung cair (seleng kapnya baca grafis).

Dony berharap pemerintah segera menyalurkan kuota FLPP yang sudah dijanjikan.

Karena rumah subsidi tersebut sangat dibu tuhkan banyak pihak terutama masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Dony khawatir rencana penambahan kuota FLPP tersebut hanya sebagai penenang bagi pengusaha properti.

Baca Juga: Kuota Rumah Subsidi FLPP Sudah Habis, Masyarakat Diminta Menunggu Tahun Depan

Begitu juga rencana program tiga juta rumah pada pemerintahan berikutnya.

”Harapannya itu benar-benar direalisasi,” harap Dony.

Dengan begitu, sektor properti bisa tetap tumbuh.

Mengingat tahun ini menjadi momen para pengembang untuk memulihkan penjualan.

Di samping itu realisasi pencairan juga akan menambah pendapatan pajak atas properti.

Baik pajak untuk pemerintah pusat maupun daerah.

Hal yang sama juga diungkapkan Ketua Real Estat Indonesia (REI) Malang Suwoko.

Dia menyebut penambahan kuota FLPP tersebut akan mendorong penjualan sektor perumahan yang sempat lesu.

Ditambah perpanjangan penyaluran Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) juga berpengaruh signifikan.

Sehingga, harapannya pencairan FLPP bisa benar-benar direalisasikan sebelum pergantian pemerintahan yang baru.

”Ini akan mendorong daya beli dari tingkat MBR sampai kelas menengah atas,” kata Suwoko. (dur/adn)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#tak kunjung cair #pengembang #Malang Raya #kuota #FLPP