Pada tanggal 25 Agustus 2024, PKK Dusun Godehan menggelar sebuah program inisiasi usaha berbasis potensi lokal yang bertujuan meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat, khususnya para perempuan.
Kegiatan yang dipimpin oleh Bapak Rollando dari Program Studi Farmasi Universitas Ma Chung ini mengangkat limbah kulit kopi sebagai bahan dasar pembuatan lulur kombinasi.
Selain bertujuan meningkatkan kemampuan dalam memproduksi kosmetik, kegiatan ini juga mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), terutama dalam pemberdayaan ekonomi dan pengelolaan lingkungan.
Pelatihan pertama yang diadakan pada tanggal 25 Agustus 2024 berfokus pada pembuatan sediaan kosmetik berbahan dasar kulit kopi.
Peserta yang sebagian besar merupakan ibu-ibu PKK Dusun Godehan mempelajari secara langsung proses pembuatan lulur kulit kopi yang siap untuk dipasarkan.
Lulur berbahan dasar kulit kopi dipilih karena kandungan antioksidannya yang tinggi, yang bermanfaat untuk kesehatan dan kecantikan kulit.
Antusiasme peserta sangat tinggi dalam pelatihan ini.
Mereka dengan semangat belajar mengenai cara mengolah limbah kopi menjadi produk bernilai jual.
“Pelatihan ini membuka wawasan kami tentang bagaimana limbah seperti kulit kopi dapat diolah menjadi produk kecantikan yang bermanfaat dan bernilai jual tinggi,” ungkap salah satu peserta.
Mereka optimis usaha ini dapat memberikan peluang ekonomi baru bagi keluarga.
Kegiatan berlanjut pada tanggal 8 September 2024 dengan fokus pada pelatihan desain kemasan.
Dalam dunia pemasaran modern, kemasan memegang peranan penting dalam menarik minat konsumen.
Peserta diberikan pelatihan mengenai bagaimana merancang kemasan lulur yang tidak hanya menarik secara estetika, tetapi juga fungsional dan ramah lingkungan.
Pelatihan ini diharapkan dapat menambah daya saing produk lulur kulit kopi di pasaran.
Peserta pelatihan semakin paham akan pentingnya desain kemasan yang menarik untuk memperluas pasar produk.
Dengan desain yang kreatif dan tetap mempertimbangkan keberlanjutan, produk lulur kulit kopi diharapkan mampu menarik perhatian konsumen dan memasuki pasar yang lebih luas.
Baca Juga: Hebat! Pelaku Usaha asal Sumberpucung Malang Ubah Kulit Kelapa Jadi Pakan Ternak, Begini Caranya
Para peserta juga diajarkan memilih bahan kemasan yang efisien, murah, namun tetap berkelanjutan.
Pada 15 September 2024, rangkaian pelatihan dilanjutkan dengan topik manajemen keuangan.
Dalam pelatihan ini, peserta diberikan pengetahuan dasar tentang cara mengelola keuangan usaha mereka, mulai dari pencatatan pengeluaran hingga perencanaan keuntungan.
Dengan pemahaman yang baik tentang keuangan, diharapkan usaha lulur ini bisa terus berkembang secara berkelanjutan dan memberikan keuntungan maksimal bagi masyarakat.
Selain itu, peserta juga dilatih mengenai cara mengelola keuangan yang terkait dengan hasil produksi.
Pelatihan ini memberikan pemahaman mendalam tentang cara memaksimalkan efisiensi dalam penggunaan sumber daya untuk produksi, sehingga dapat meningkatkan keuntungan usaha.
Pendampingan berkelanjutan akan dilakukan untuk memastikan usaha ini berjalan dengan baik dan stabil dalam jangka panjang.
Program inisiasi ini didukung penuh oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi melalui skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat.
Dukungan ini memungkinkan pelatihan dan pendampingan terlaksana secara optimal, dengan tujuan memberdayakan masyarakat pedesaan agar mampu memaksimalkan potensi lokal.
Selain meningkatkan kesejahteraan ekonomi, program ini diharapkan dapat mendukung pencapaian SDGs, terutama dalam pengentasan kemiskinan dan peningkatan kualitas hidup perempuan di pedesaan.
Rollando menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bukti nyata dari pentingnya sinergi antara universitas, pemerintah, dan masyarakat.
“Dengan memanfaatkan sumber daya lokal, seperti kulit kopi yang biasanya dibuang, kita dapat menciptakan produk yang bernilai ekonomi tinggi sekaligus memberikan dampak lingkungan yang positif,” jelas Rollando.
Dalam beberapa minggu pelaksanaan pelatihan, para peserta berhasil memproduksi lulur kulit kopi dan merencanakan strategi pemasaran lokal.
Beberapa peserta telah mulai merancang rencana untuk memperluas pasar produk mereka dengan memanfaatkan media sosial dan berbagai pameran produk.
Baca Juga: UMM Latih Warga Sumbersekar lewat Pemberdayaan Mitra Usaha Produk Unggulan Daerah
Harapannya, produk ini akan mendapat sambutan positif dari pasar yang lebih luas.
Universitas Ma Chung, bersama tim pelatih, berkomitmen untuk terus mendampingi PKK Dusun Godehan dalam pengembangan usaha ini.
Dukungan tidak hanya diberikan pada aspek teknis produksi, tetapi juga pada strategi pemasaran dan pengelolaan distribusi produk.
Dengan adanya pendampingan ini, diharapkan usaha lulur kulit kopi ini dapat berkembang menjadi usaha yang mandiri dan berkelanjutan.
Program inisiasi lulur kulit kopi ini membuktikan bahwa dengan inovasi dan kerja sama yang tepat, potensi lokal dapat dioptimalkan menjadi produk bernilai ekonomi tinggi.
Inisiatif ini tidak hanya berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat, tetapi juga mendukung tercapainya SDGs melalui pemberdayaan perempuan dan pengelolaan limbah yang lebih baik.
PKK Dusun Godehan kini memiliki harapan baru untuk masa depan.
Dengan usaha lulur kulit kopi yang terus berkembang, mereka tidak hanya meningkatkan kemandirian ekonomi, tetapi juga berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan yang lebih inklusif.
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana