MALANG KOTA - PT Pertamina Patra Niaga kembali melakukan penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non subsidi per kemarin (1/10).
Harga Pertamax Series dan Dex Series mengalami penurunan yang cukup signifikan.
Seperti Pertamax Turbo (RON 98), dari sebelumnya Rp 14.475 per liter, kini menjadi Rp 13.250 per liter.
Pertamax (RON 92) dari Rp 12.950 per liter menjadi Rp 12.100 per liter.
Sementara harga Pertamax Green (RON 95) dari Rp 13.650 per liter menjadi Rp 12.700 per liter.
Sedangkan Dexlite dari Rp 14.050 per liter menjadi Rp 12.700 per liter, dan Pertamina Dex dari Rp 14.550 menjadi Rp 13.150 per liter.
Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga Heppy Wulansari mengatakan, harga tersebut berlaku untuk provinsi dengan besaran pajak bahan bakar kendaraan bermotor (PBBKB) sebesar 5 persen seperti di wilayah Jawa Timur.
Ia menambahkan bahwa harga BBM non-subsidi selalu dievaluasi berkala mengikuti tren harga rata-rata publikasi minyak yakni Mean of Platts Singapore (MOPS) atau Argus.
Juga mempertimbangkan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika.
”Evaluasi dan penyesuaian harga untuk BBM non-subsidi rutin dilakukan. Bisa tetap, bisa naik dan bahkan bisa turun,” terang Heppy.
Area Manager Commrel & CSR Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus Ahad Rahedi menambahkan, setiap ada penyesuaian harga BBM non-subsidi, Pertamina selalu membanderol harga paling murah dibandingkan kompetitor.
”Mumpung ada penurunan harga silakan masyarakat bisa menambah volume pengisian lebih dari biasanya,” ujar Ahad. (dur/by)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana