Transaksi Digital Perbankan di Kota Malang Mayoritas Dilakukan Gen Z, Begini Datanya

Yudistira Satya Wira Wicaksana • Dipublikasikan Jumat, 11 Oktober 2024 | 21:00 WIB
Mahasiswi sedang mencoba transaksi digital
Mahasiswi sedang mencoba transaksi digital

MALANG KOTA - Transaksi digital atau non tunai di Kota Malang semakin meningkat dengan gen Z sebagai pengguna utama.

Menurut data Bank Indonesia (BI) Malang, Transaksi QRIS di Kota Malang mencapai Rp 476 miliar selama periode Januari-Agustus.

Jumlah transaksi digital perbankan meningkat 193 persen dibandingkan dengan tahun lalu.

Fasilitas transaksi digital perbankan pun terus ditambah untuk melayani semua pengguna, termasuk gen Z.

PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga) pun membuka Digital Lounge di Universitas Brawijaya (UB) kemarin (10/10).

Digital Lounge tersebut mengusung konsep serba digital.

Salah satunya dengan mesin Self Service Banking (SSB).

Alat itu dapat melayani pembukaan rekening tabungan secara mandiri hanya dalam 5 menit.

Chief of Network dan Digital Banking CIMB Niaga Budiman Tanjung membenarkna.

Mahasiswa yang mayoritas merupakan Gen Z merupakan digital native di tengah kemajuan teknologi saat ini.

Sehingga pengguna produk-produk digital perbankan kebanyakan merupakan gen Z.

Termasuk transaksi digital paling banyak juga dilakukan oleh gen Z.

Untuk itu digital lounge yang merupakan cabang 38 di Indonesia dan yang pertama di Jatim tersebut berlokasi di UB.

Agar dapat lebih banyak membantu kegiatan para Gen Z.

“Tersedia pula Video Banking untuk melayani transaksi finansial dan non-finansial, termasuk informasi produk, pengkinian data, hingga menyampaikan keluhan nasabah,” tuturnya.

Sehingga nasabah hanya perlu berkomunikasi dengan banker melalui panggilan video yang ada di dalam digital lounge tersebut.

Selain itu, karena bertempat di kampus, digital lounge tersebut juga menyediakan fasilitas Co-Working Space, agar dapat mendukung aktivitas mahasiswa.

“Bisa digunakan untuk literasi keuangan,” imbuhnya.

Karena, para Gen Z juga perlu diberikan edukasi finansial.

Terutama mengenai investasi, agar tidak terjerumus pada investasi ilegal.

Sementara itu salah satu mahasiswa Salma Puspitasari mengatakan hampir 90 persen transaksi yang ia lakukan setiap hari melalui digital.

“Sangat jarang pegang uang cash,” tuturnya.

Mahasiswa Semester 5 Fakultas Hukum (FH) Tersebut lebih banyak menggunakan metode transfer maupun QRIS.

Kartu debit atau ATM juga sudah jarang dia gunakan. (dur/fin)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
Gen Z Perbankan Kota Malang transaksi digital