Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Sertifikasi Halal untuk UMKM di Kota Malang Bakal Digenjot

Aditya Novrian • Minggu, 27 Oktober 2024 | 19:40 WIB
TRANSAKSI: Pengunjung pameran membaca buku terbitan salah satu pondok pesantren pada Selasa (22/10).
TRANSAKSI: Pengunjung pameran membaca buku terbitan salah satu pondok pesantren pada Selasa (22/10).

MALANG KOTA - Jumlah UMKM yang tersertifikasi halal di Kota Malang perlu digenjot.

Dari ribuan pelaku usaha, baru 100-an UMKM yang sudah mengantongi sertifikat dari Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) tersebut.

Pemkot Malang menyadari hal tersebut. Beberapa program sudah dirancang.

Salah satunya adalah program UMKM Naik Kelas.

Dengan harapan ketika UMKM sudah mengantongi sertifikat halal akan berdampak pada tingkat kesejahteraan.

”Program ini tidak hanya didukung dengan publikasi-publikasi seperti pameran, tapi juga akan didorong dengan adanya pelatihan serta sosialisasi,” ujar Pj Wali Kota Malang Iwan Kurniawan.

Iwan menambahkan, pihaknya akan memberikan edukasi secara berkelanjutan.

Khususnya bagaimana menjalankan bisnis dan usaha yang baik.

Maka dari itu, komunikasi antara pelaku usaha dengan pemerintah juga harus baik.

Seperti yang dilakukan pemkot pada peringatan Hari Santri Nasional kemarin.

Mereka menggelar Halal Market Day.

Beberapa pelaku UMKM didatangkan untuk memberi ruang bahwa dengan cara seperti itu akan meningkatkan nilai suatu produk.

”Harapannya demikian, kami ingin UMKM yang sudah ada bisa semakin berkembang,” terang Iwan.

Tak hanya dari masyarakat umum, santri pun kini bisa ikut serta dalam meramaikan bisnis tersebut.

Seperti yang dilakukan pondok pesantren Darun Nun yang sudah mengembangkan kewirausahaan sejak 2013 silam.

Ketua Ponpes Darun Nun A. Adib Dzulfahmi mengatakan, awalnya wirausaha yang ada di pesantren tersebut berupa minimarket yang menjual berbagai macam sembako dan juga mencetak buku-buku karya santri.

”Karena kami basisnya pesantren mahasiswa, jadi banyak potensi yang bisa dimanfaatkan,” tuturnya.

Meskipun tetap memegang nilai-nilai pesantren sebagai santri, mereka juga tidak buta teknologi, dan memanfaatkannya menjadi peluang bisnis. (dur/adn)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#UMKM #sertifikasi halal #Digenjot #Kota Malang