Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Kota Malang Sebulan Catat Tambahan 2.000 Investor Baru

Bayu Mulya Putra • Rabu, 27 November 2024 | 20:00 WIB

 

MELEK INVESTASI: Pasar saham semakin diminati warga Malang Raya. Itu terlihat dari banyaknya Single Investor Identification (SID) baru yang diterbitkan.
MELEK INVESTASI: Pasar saham semakin diminati warga Malang Raya. Itu terlihat dari banyaknya Single Investor Identification (SID) baru yang diterbitkan.

MALANG KOTA - Minat masyarakat Kota Malang untuk investasi di pasar modal terus meningkat.

Sepanjang September 2024, tercatat ada 2.248 pemilik Single Investor Identi fication (SID) baru di Kota Malang.

Bila di total, SID di wilayah Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Malang pada September mencapai 289.148.

Kepala OJK Malang Biger A Maghribi mengatakan, angka tersebut menunjukkan pertumbuhan 13,97 persen secara tahunan.

Peningkatan terjadi pada seluruh instrumen.

Mulai dari saham, reksa dana, hingga obligasi atau Surat Berharga Negara.

”Kalau peningkatan tertinggi masih ditunjukkan SID C-BEST (transaksi saham dan efek lainnya),” tuturnya.

Dia menambahkan, SID C-BEST tercatat ada 127.275 SID, atau jumlahnya meningkat 20,17 persen secara tahunan.

Sementara itu, jumlah nasabah reksa dana juga menunjukkan peningkatan.

Yakni tumbuh 147,72 persen year on year (yoy) menjadi 31.953 nasabah.

”Daerah Tingkat II di wilayah kerja OJK Malang yang mencatat kan nilai penjualan reksa dana tertinggi adalah Kota Malang dengan total transaksi Rp 205,17 miliar,” ungkapnya.

Kemudian disusul Kabupaten Malang senilai Rp 35,09 miliar.

Wakil Ketua Komunitas Investor Saham Pemula (ISP) Malang Muhammad Hilmy mengakui minat investasi pasar modal semakin meningkat.

Terutama di instrumen saham.

Pada masa ke pemimpinan presiden RI yang baru ini, dia menyebut ada beberapa kebijakan yang perlu diperhatikan investor.

Salah satunya kebijakan kenaikan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) menjadi 12 persen tahun depan.

”Ada beberapa sektor yang akan terpengaruh. Terutama ritel seperti emiten Eraja Jaya, Mitra Adi Perkasa, dan Ace Hadware,” tuturnya.

Ada kemungkinan penurunan permintaan produksi dari perusahaan-perusahaan tersebut.

Ia menambahkan, apabila ingin cari aman, bisa memilih Big Banks seperti BBCA, BBRI, BMRI, dan BBNI.

”Ada lagi sektor yang menunjang program makan siang gratis Pak Prabowo. Misal (produsen) susu atau produk Japfa,” imbuhnya. (dur/by)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#Investor #catat #sebulan #Tambahan #Kota Malang #Baru #2000