RADAR MALANG - PT Bank Negara Indonesia (BNI) bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menggelar kegiatan edukasi keuangan di Kampoeng Heritage Kajoetangan, Kamis (21/11).
Kegiatan Literasi & Inklusi Keuangan ini bertemakan “Cerdas MengelolaKeuangan: Sosialisasi Bahaya Pinjaman Online Ilegal, Investasi Palsu dan Judi Online”
Analis Junior Pengawasan Perilaku PUJK, dan Layanan Manajemen Strategis Kantor OJK Malang, Ratih Okta Novani mengapresiasi inisiatif BNI dalam memberikan edukasi keuangan kepada UMKM.
Baca Juga: Profil Xavier Ford, Pemain Heritage Terbaru Borneo Hornbills untuk IBL 2025
Hal ini sejalan dengan tujuan program GENCARKAN yaitu meningkatkan sinergi pelaksanaan kegiatan literasi dan inklusi keuangan oleh seluruh pemangku kepentingan dalam rangka mewujudkan masyarakat cerdas keuangan sehingga dapat mengambil keputusan finansial yang tepat.
"Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilakukan, memberikan edukasi sekaligus pengalaman bagi para UMKM untuk mengenal lebih banyak produk dan layanan bank serta melindungi masyarakat dari berbagai jenis tindak kejahatan di sektor keuangan," kata Ratih dalam keterangan tertulis.
RCEO Kantor Wilayah 18, Muhamad Jauhary menyampaikan bahwa momentum acara ini sebagai salah satu bentuk komitmen perusahaan dalam memberikan kemudahan transaksi baginasabah dengan beragam solusi keuangan melalui channel digital.
Baca Juga: Akhirnya Terbeli! Butuh Rp 25 M untuk Beli Lahan Parkir Kajoetangan Heritage Malang
Dalam keterangannya, Muhamad Jauhary menyampaikan bahwa BNI terus berbenah dengan berbagai inovasi untuk menciptakan produk dan layanan baru sesuai kebutuhan nasabah.
BNI terus memaksimalkan layanan digital dengan dukungan infrastruktur IT yang handal.
Biometric System, Wondr by BNI, EDC & QRIS, Digital CS/DigiCS, Cash Management System, Virtual Account Debit & Kredit, merupakan bentuk layanan digital BNI yang dapat digunakan oleh UMKM dan warga Kampoeng Heritage Kajoetangan untuk membuat transaksi menjadi lebih mudah, cepat, dan aman.
Baca Juga: Dishub Kota Malang Janji Bakal Tertibkan Parkir di Bahu Jalan Kajoetangan Heritage
“Namun perlu kita ketahui bersama bahwa kehadiran teknologidan digitalisasi layanan perbankan akan menjadi masalah jika tidak terkelola dan termitigasi dengan baik. Tindakan-tindakan penipuan seperti scam, phising, account take over, social engineering sampai dengan judi online kerap terjadi dengan menargetkan para masyarakat yang tidak teredukasi dengan baik,” jelas Jauhary
Jauhary menambahkan, produk dan layanan jasa keuangan menjadi hal yang wajib untuk diketahui anak muda sedini mungkin.
Kurangnya tingkat pemahaman pelajar terkait berbagai produk dan layanan jasa keuangan membuat mereka rentan menjadi korban kejahatan keuangan.
Baca Juga: 1.150 Pelari di Kota Malang Ikuti Ngalam Heritage Run
"Terlebih semakin banyak anak muda yang mulai mencoba-coba menggunakan berbagai produk keuangan online yang akhirnya berujung pada gagal bayar. Bahkan tak sedikit pula yang juga mulai melakukan investasi dan justru terjebak pada produk investasi bodong," ujar Jauhary .
Melalui program edukasi keuangan itu, BNI bersama OJK, mengenalkan kepada para pelajar mengenai produk dan layanan jasa keuangan terpercaya, bagaimana cara memilih produk keuangan yang baik dan benar serta mengajak para pelajar untuk melakukan experience transaksi melalui channel digital BNI.
Pelajar dinilai sangat perlu mengetahui mengenai produk-produk keuangan yang legal dan terdaftar di OJK dengan mengakses layanan konsumen OJK.
Hal tersebut perlu dilakukan untuk mencegah kerugian investasi, dan pinjaman online (pinjol) ilegalyang kini marak di masyarakat.
“Anak muda harus terampil merencanakan dan mengelola keuangan dan memanfaatkan produk dan layanan jasa keuangan yang ada agar mereka bisa merencanakan masa depan yang baik. Apapun produknya harus dipertimbangkan dengan sangat hati-hati. Harus mau menggali informasi lebih dalam dan berani menolak produk-produk keuangan yang tidak jelas asal-usulnya," imbuhnya.
“Kenali investasi sejak dini. Langkah awal mulailah dengan menabung, kemudian naik ke level investasi, ini akan berguna untuk bekal kalian semua menyongsong masa tua yang bahagia,” tandasnya.
Baca Juga: Bakal Lahan Parkir di Kajoetangan Heritage Malang Segera Digarap
Senada dengan Jauhary, Pgs. Digital Business Solution Team Leader BNI Wilayah 18 Doni Alief Nurmansyah mengungkapkan bahwa kegiatan ini juga merupakan salah satubentuk komitmen perseroan untuk mendukung strategi OJK dalam meningkatkan literasi serta inklusi keuangan masyarakat melalui perluasan akses terhadap produk dan layanan keuangan bank.
“BNI berkomitmen untuk terus memperkuat layanan digital yang aman, nyaman, dan mudah dijangkau untuk nasabah,” ungkap Doni.
Dalam upaya memberikan customer experience untuk mendorong transaksi nasabah ke arah digital, BNI pun menghadirkan O-Branch Banking Café dalam kegiatan ini.
Baca Juga: Tingkatkan Potensi Kawasan, Pemkot Malang Cari Alternatif untuk Ruko Kosong di Kajoetangan Heritage
Tidak hanya sekedar memberikan layanan perbankan secara mobile, layanan gerak di dalam sebuah minibus yang didesain menyerupai café ini menawarkan pengalaman baru bagi nasabah dalam bertransaksi dengan Bank.
“Dengan desain modern dan layanan yang lengkap, O-Branch Banking Cafe tidak hanya menjadi tempat bertransaksi, tetapi juga menjadi ruang yang aman dan nyaman bagi Nasabah untuk bersantai,” jelas Doni.
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana