Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Hidup Makin Sulit, 28 Ribu Warga di Kota Malang Masih Pengangguran

Bayu Mulya Putra • Kamis, 5 Desember 2024 | 03:00 WIB
Photo
Photo

Jumlah Pengangguran Turun 2.933 Jiwa dari Tahun Lalu

MALANG KOTA - Meski mengalami penurunan dibanding 2023, jumlah pengangguran di Kota Malang masih cukup tinggi.

Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang mencatat, tahun ini ada 28.353 warga yang masuk kategori pengangguran atau jobless.

Angka itu turun 2.933 jiwa dibanding tahun lalu di Kota Malang.

Bila dipersentase, angka pengangguran tahun ini 6,1 persen.

Itu lebih baik ketimbang 2023, yang tercatat di angka 6,8 persen.

Kepala BPS Kota Malang Umar Sjaifudin mengatakan, jumlah warna yang masuk angkatan kerja 2024 sebanyak 465.095 jiwa.

Sementara warga yang telah mendapat pekerjaan mencapai 436.742 orang.

Beranjak dari perbandingan itu, didapati jumlah pengangguran 28 ribu jiwa.

Umar menambahkan, dalam tiga tahun terakhir, angka pengangguran terus menurun.

Itu disebabkan kondisi ekonomi yang berangsur pulih setelah pandemi.

Menurut data BPS, usaha jasa menjadi sektor terbesar yang menyerap tenaga kerja.

”Sektor jasa penyerapan tenaga kerja tertinggi dengan 76,41 persen. Pertanian satu persen dan industri 22 persen,” jelasnya.

Lebih lanjut, dari survei yang dilakukan pihaknya, terdapat kenaikan pada persentase pekerja informal.

Pada 2023 lalu, pekerja informal 41,35 persen.

Sementara pekerja formal 58,65 persen.

Tahun ini pekerja informal bertambah menjadi 43,72 persen, dan formal 56,28 persen.

Latar belakang pendidikan pengangguran cukup beragam.

Lulusan S1 hingga S3 menyumbang 7,5 persen angka pengangguran.

Sementara lulusan SMK menyumbang 6,53 persen.

Disusul jenjang pendidikan diploma 6,27 persen.

Selanjutnya, jenjang SMP menyumbang 6,26 persen.

SMA 4,72 persen, dan SD ke bawah 4,69 persen.

”Penyumbang (pengangguran) tertinggi dari tingkat S1 ke atas. Sedangkan terendah SD ke bawah,” papar Umar.

Kepala Dinas Tenaga Kerja, Penanaman Modal, dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (Disnaker-PMPTSP) Arif Tri Sastyawan mengatakan, upaya pengurangan pengangguran bakal dilakukan tahun depan.

Pihaknya akan melakukan pendataan by name by address.

Sehingga penanganan lebih maksimal.

Sesuai dengan potensi maupun kebutuhan warga.

”Seperti yang dilakukan Pak Pj Iwan di Lebak, Banten. Kami akan upayakan pendataan tahun depan,” tutur Arif. (adk/by)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#28 ribu #Kota Malang #jobless #Pengangguran