Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Kendalikan Inflasi Kota Malang lewat Ngalam Gesit

Fathoni Prakarsa Nanda • Rabu, 11 Desember 2024 | 17:06 WIB
KNDALIKAN HARGA: j Wali Kota Malang Iwan Kurniawan ikut melayani pembeli sayuran di samping Balai Kota Malang pada acara Gerakan angan Murah kemarin.
KNDALIKAN HARGA: j Wali Kota Malang Iwan Kurniawan ikut melayani pembeli sayuran di samping Balai Kota Malang pada acara Gerakan angan Murah kemarin.

MALAG KOTA - Sebanyak 810 warga Kota Malang menerima bantuan dalam bentuk beasiswa, bedah rumah, susu, hingga peralatan bertani dalam program Ngalam Gerakan Sosial Terpadu (Gesit).

Penyerahan secara simbolis dilakukan kepada 300 warga di Halaman Balai Kota Malang kemarin (10/12).

Salah satu tujuannya adalah untuk menekan angka inflasi di Kota Malang.

Program tersebut merupakan hasil kolaborasi berbagai stakeholder.

Mulai dari organisasi perangkat daerah (OPD) seKota Malang, Badan Zakat Nasional (Baznas) Kota Malang, Bank Indonesia (BI) Malang, Forum Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (TSP), pelaku usaha Indomaret, hingga RS Hermina.

Penjabat Wali Kota Malang Iwan Kurniawan mengatakan, sinergi dan kolaborasi menjadi salah kekuatan besar Kota Malang untuk bisa menuntaskan isu strategis nasional  Termasuk menguatkan Asta Cita atau delapan program yang dicanangkan pemerintahan Presiden Prabowo dalam mewujudkan citacita Indonesia maju dan makmur.

Menurut Iwan, program tersebut merupakan bentuk dukungan nyata dari Pemkot Malang dan para pelaku usaha kepada masyarakat, khususnya masyarakat prasejahtera.

”Sukses itu bukan diukur dari banyaknya uang atau tingginya jabatan, tetapi sukses itu dinilai bagaimana kita bisa membantu meringankan beban banyak orang yang membutuhkan,” terang Iwan.

Kegiatan yang dilakukan berupa pasar murah, bantuan kelompok masyarakat rentan, bantuan kepada kelompok disabilitas, program makanan tambahan anak sekolah, penyaluran seragam gratis, bedah rumah tidak layak huni, ketahanan pangan dan bantuan sosial lainnya.

”Ini juga merupakan bentuk dukungan terhadap tiga program strategis Pemkot Malang. Yakni penurunan stunting, angka kemiskinan, dan pengendalian inflasi,” tuturnya.

Misalnya sembako murah yang tentu bisa membantu masyarakat miskin.

Ada juga bantuan susu dan bantuan alatalat pertanian.

Karena manfaatnya sangat besar, program itu diharapkan terus berlanjut.

”Saya yakin ini akan mengurangi pengeluaran bagi masyarakat prasejahtera yang menerimanya,” imbuhnya.

Untuk pengendalian inflasi dan penguatan ketahanan pangan, para stakeholder yang terlibat ikut menyalurkan bantuan berupa barang.

Misalnya, BI Malang memberikan bantuan 10 unit hand tractor 2 rotary, satu unit hand tractor TR 2 singkai, 20 unit hand sprayer elektrik, kolam terpal, dan plastik mulsa.

Sedangkan Dispangtan Kota Malang memberikan bantuan jaring perangkap hama burung, benih jagung pertiwi, disinfektan, serta 50 kilogram beras SPHP dari Badan Pangan Nasional.

Sementara itu, sisi Utara Balai Kota Malang menjadi tempat Gerakan Pangan Murah (GPM) yang menjual berbagai kebutuhan pokok.

Mulai dari beras, gula, hingga minyak goreng. GPM dilaksanakan untuk mengendalikan harga menjelang Natal dan Tahun Baru ”Biasanya menjelang Nataru harga bahan pokok akan naik. Kegiatan semacam ini diharapkan mampu menekan harga komoditas di pasaran,” kata Kepala Dispangtan Kota Malang Slamet Husnan. (dur/fat)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#Kendalikan #inlasi #Ngalam Gesit #Kota Malang