Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Genjot Produksi Gula, PG Krebet Baru Dukung Swasembada Pangan

Mahmudan • Jumat, 20 Desember 2024 | 18:25 WIB
CANGGIH: Direktur Operasional PT Rajawali 1 Nanik Sulistyowati (tengah) mendampingi Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan (kanan) menyaksikan drone untuk teknologi pertanian.
CANGGIH: Direktur Operasional PT Rajawali 1 Nanik Sulistyowati (tengah) mendampingi Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan (kanan) menyaksikan drone untuk teknologi pertanian.

MALANG – PT Rajawali Nusantara Indonesia berkomitmen akan mendukung swasembada pangan.

Salah satunya melalui peningkatan produksi gula.

Hal itu disampaikan Direktur Utama (Dirut) Sis Apik Wijayanto dalam acara Kesiapan Giling Tebu 2025 di Balai Pertemuan PG Krebet Baru kemarin (20/12).

”Target produktivitas gula nasional pada 2024 akan meningkat 17 persen, dari 262 ribu ton pada 2023 menjadi 306 ribu ton,” ujar Wijayanto.

”Pada 2025 ditarget mencapai 350 ribu ton. Capaian ini adalah kontribusi nyata dalam mendukung program pemerintah menuju kemandirian pangan nasional," tambahnya.

Sedangkan Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan yang hadir dalam acara itu mengapresiasi PG Krebet Baru.

Dia mengatakan, peningkatan produksi gula akan berdampak positif pada generasi muda di industri tebu.

Menurutnya, regenerasi petani menjadi tantangan besar yang harus segera diatasi.

"Saat ini hanya 28 persen petani kita berasal dari generasi muda. Dulu, di era Soeharto, angkanya mencapai 65 persen. Ini penurunan yang signifikan," kata Ketua Umum DPP Partai Amanat Nasional (PAN) itu.

Dia menekankan keterlibatan generasi muda sangat penting untuk menghadapi peningkatan kebutuhan gula yang terus bertambah.

"Anak-anak muda punya potensi besar untuk menggunakan teknologi modern seperti drone dan alat canggih lainnya, sehingga produktivitas tebu bisa lebih tinggi," tambahnya.

Zulkifli juga menyampaikan kabar baik bahwa pemerintah berkomitmen untuk tidak mengimpor gula, beras, jagung, dan garam konsumsi pada tahun 2025.

"Ini arahan Presiden Prabowo agar kita mempercepat swasembada pangan.

Oleh karena itu, petani harus mulai menanam dari sekarang karena harga komoditas akan lebih baik," ungkapnya.

Kemudian Staf Tanaman PG Krebet Baru Akbar Broto Kusumo menegaskan pentingnya kemitraan strategis dengan petani.

"Hampir 100 persen bahan baku tebu di PG Krebet berasal dari kemitraan dengan petani. Saat ini ada sekitar 5.000 petani mitra di wilayah Malang dengan estimasi total lahan sekitar 15 ribu hektare," kata dia.

Selain menyediakan permodalan dan pupuk berkualitas untuk petani tebu, PG Krebet juga memperkenalkan penggunaan drone untuk membantu proses pemupukan.

"Inovasi ini dinilai mampu mempercepat proses panen dan meningkatkan efisiensi," jelas Akbar.

Selain itu, dia mengatakan, PG Krebet Baru juga meluncurkan varietas tebu unggulan bernama Pringu pada 2024 ini.

"Tebu Pringu memiliki kadar randemen sekitar 9 persen. Lebih tinggi dibandingkan tebu varietas lain yang rata-rata hanya 8 persen randemen," tambahnya.

Dengan langkah-langkah strategis ini, PG Krebet optimistis mampu mendukung Indonesia mencapai swasembada pangan sebelum 2027.

"Melalui kemitraan yang kuat dan inovasi berkelanjutan, kita mampu mewujudkan kemandirian pangan nasional," pungkas Akbar. (ram/dan)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#Genjot #dukung #swasembada pangan #produksi gula #Krebet #pg