Dewan Minta Pemkot Tetap Rancang Langkah Strategis Penyelesaian
MALANG KOTA - Di tengah penuntasan revitalisasi Pasar Besar (Pabes) Malang, masih ada dua pekerjaan rumah (PR) lain yang tersisa.
Yaitu penyelesaian polemik revitalisasi Pasar Blimbing dan Pasar Induk Gadang (PIG) Kota Malang.
Seperti diketahui, revitalisasi dua pasar tersebut mandek akibat persoalan dengan investor di Kota Malang.
Revitalisasi Pasar Blimbing sudah terhenti sejak 2010 silam.
Itu lantaran pedagang dan investor tidak menemui titik temu terkait konsep revitalisasi.
Sedangkan untuk PIG, revitalisasi terhenti sejak 2013.
Penyebabnya adalah investor tidak mampu membiayai lagi perbaikan pasar.
Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang Eko Sri Yuliadi menegaskan, pihaknya juga turut memberikan perhatian kepada dua pasar tersebut.
Namun untuk prioritas masih fokus pada penyelesaian revitalisasi Pabes.
”Untuk sementara Pabes menjadi prioritas, karena target dari pemerintah pusat dokumen harus lengkap Januari 2025,” kata Eko.
Saat ini, pihaknya tengah membangun komunikasi intens dengan dua paguyuban Pabes.
Salah satu dokumen yang perlu diselesaikan yakni persetujuan pedagang.
Ketika Pabes sudah menemui titik terang.
Eko memastikan, diskopindag akan mengalihkan perhatian kepada Pasar Blimbing dan Pasar Gadang.
”Sama seperti Pabes, (Pasar) Blimbing dan Gadang membutuhkan komunikasi. Karena tenaga kami terbatas, jadi penuntasan dilakukan secara bertahap,” beber Eko.
Pejabat eselon II B Pemkot Malang itu menambahkan, pernah ada pertemuan dengan investor untuk membahas kelanjutan revitalisasi.
Upaya itu akan dilanjutkan pada tahun 2025.
”Dengan adanya wali kota terpilih, ini akan menjadi bekal kami menuntaskan masalah tersebut. Karena Pj Iwan selesai Februari, beliau fokus menuntaskan Pabes terlebih dulu,” papar Eko.
Menanggapi hal itu, Ketua Komisi B DPRD Kota Malang Bayu Rekso Aji meminta meskipun fokus pada Pabes.
Sebaiknya Pemkot Malang juga mulai merancang langkah strategis awal untuk penuntasan dua pasar lain.
Supaya ketika masalah Pabes tuntas, bisa langsung bekerja.
Sama seperti Pabes, penyelesaian masalah ini kuncinya ada pada komunikasi.
Jika pemkot dan investor jarang mengadakan pertemuan.
Rencana revitalisasi akan deadlock hingga beberapa tahun ke depan.
”Dua pasar ini PR yang kami sampaikan setiap kali pembahasan APBD. Semoga tahun depan benar-benar ada solusi,” tandas Bayu. (adk/adn)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana